Kenapa Saya DO Kuliah?

Cerita awalnya ketika lulus SMU, teman-teman pada ikut bimbingan belajar ke luar kota. Bimbingan belajar di Nganjuk pada masa itu kurang bergengsi. Jumlahnya juga masih sedikit. Walhasil demi gengsi meraih cita-cita masuk perguruan tinggi favorit, teman-temanku pada ke luar kota untuk mengikuti bimbingan belajar yang dekat dengan lokasi SPMB. Ke Surabaya, Malang dan Jogja, yup kebanyakan di tiga kota besar itu deh.

Lha saya? Saya di rumah saja, belajar buku UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Nasional) tahun kemarin-kemarin. Yup, pas masa saya, namanya berubah menjadi SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru). Eh kenapa selalu berubah-ubah yah? Suteralah.

Saya sebenarnya kepingin masuk jurusan seni. Apapun itu bentuk seninya. Saya minim banget informasi tentang jurusan seni. Maklum di SMU (jaman saya namanya SMU (Sekolah Menengan Umum), sekarang SMA ya) cuma diajarkan kesenian setahun, pas kelas satu. Dan saya nggak akrab sama guru kesenian. Eh, dari jaman bahula kok aku ga pernah denger ada murid ngefans sama guru kesenian yah? Mungkin guru kesenian itu cenderung “aneh” dan jarang bergaul! #catet

Tibalah saatnya untuk diskusi keluarga. Kamu semuanya kalo lulus SMA pasti mengalami yang namanya diskusi sama Bapak atau sama Ibuk, atau berkumpul dg keduanya. Mendiskusikan jurusan apa yang kita minati dan menunggu persetujuan mereka berdua. Iya khan? Kecuali yang yatim piatu yaaa.. :-)

Dan apesnya, waktu itu saya diskusi dengan ibuk dan mas saya yang mereka berdua nggak ada darah seninya. Di keluargaku yg ada darah seninya adalah almarhum bapak sama mbakku. Oke sudah bisa dipastikan kalo diskusi ini akan berakhir dengan…

TIDAK DIRESTUI

#jleb

Alasan mereka saat itu sangat membuat saya patah semangat. Masku memberikan contoh lulusan seni, temannya sendiri, yang sehari-hari cuma bekerja sebagai tukang dekor manten. Luntang-luntung gak jelas kalo sedang nggak ada job. Ibuk cuma manggut-manggut. Seperti ibu-ibu mainstream lainnya di Indonesia ini, ibukku juga ingin anaknya kerja sebagai Pegawai Negeri.

Okesip. Keinginan untuk menjadi seniman harus dikubur dalam-dalam. Sayapun belajar matematika saja. Kebetulan saya lumayan pintar matematika pas sekolah.

Ketika aku baca buku tentang jurusan dan prospek kerjanya, ada dua jurusan yang saya lirik, yaitu Statistika dan Teknik Informatika. Yang paling masuk akal adalah Statistika, gradenya nggak tinggi-tinggi amat.

Kenapa nggak memilih jurusan Matematika saja?

Saat itu aku cari jurusan dengan prospek kerja terbanyak. Jurusan Statistika dan Teknik Informatika adalah jurusan yang mempunyai prospek kerja dengan akhiran “dan lain-lain”. Berarti dua jurusan itu prospeknya buanyaaak, sampe yg nulis buku gak bisa menyebutkan satu-satu. Dan jurusan Statistika lah yang saya lirik, soalnya dekat dengan matematika. Kalo Teknik Informatika kayaknya hanya untuk anak-anak “spesial” yah. Hihihi…

______________

Saya merasa senang ketika diterima di jurusan Statistika ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Tapi entahlah, cuma senang. Gak kayak temen-temenku yang sampe jumpalitan, teriak-teriak di warnet depan alun-alun saat itu. Dua orang temenku nggak diterima, dan perasaanku sama kayak mereka yang nggak diterima itu. Aneh. Haha

______________

Semester satu lulus dengan IP 3,14. Lumayan banget khan? Aku kayaknya bisa deh ilmu Statistika ini. Tapi anehnya, aku kok nggak bahagia-bahagia amat yah? Aku biasa aja. Cuma sekedar mendengarkan dosen, mengerjakan tugas, ujian, lulus mata kuliah ini itu. Semua lancar-lancar aja. Tapi datar-datar aja. Nggak ada passion aku nanti akan jadi apa, kerja di mana, mau membuat apa.. ngeblank..

Nah, buat kalian yang sekarang masih kuliah dan merasa seperti saya, WARNING ya, hati-hati, fokuslaaaah… fokuuus…

Tiba saatnya menghadapi momok setiap mahasiswa di alam semesta ini, yaitu mengerjakan: SKRIPSI!!!

Karena saya ngeblank, jadi saya nggak ada gairah sama sekali mau membuat apa, mau menulis apa di TA (Tugas Akhir) atau skripsi saya nanti. Dan karena kuliah nggak ada passion, saya juga nggak begitu dekat dengan dosen siapa pun! Walhasil saya gak mungkin dong tiba-tiba sok akrab deket-deket dosen trus minta topik TA. Nggak mungkin banget. Lebih tepatnya malu. Atau gengsi?

Dan ternyata hanya SKRIPSI lah yang tidak bisa dikerjakan secara “mengalir saja”. Skripsi harus dikerjakan dengan GAIRAH MEMBARA. Beda sama mata kuliah, masih bisa dikerjakan dengan mengalir. Soalnya dari tahun ke tahun materinya sama. Lha skripsi? Kalo sama dengan yang lain malah gak diterima.. #jleb

Selama kuliah, aku sudah belajar photoshop loh. Dan saya merasakan gairah membara saat belajar photoshop. Alhamdulillaah gara-gara itu, mata kuliah yang berhubungan dengan pemrograman, nilai saya bagus-bagus. BUKAAAAN, bukan karena saya pandai pemrograman, tapi TEMPLATE (penampilan) program saya paling bagus dan kreatif dibanding temenku yg pinter pemrograman.

:hihi:

______________

Hujan lebat membuat kos-kosanku banjir. Airnya masuk kamar setinggi 10 sentimeter. Seluruh isi kosan panik. Banget! Apalagi banyak buku-buku yang ditaruh di kerdus yang bisa ditembus air. Waktu itu saya pas kuliah, jadi nggak sempet menaruh buku-buku ke atas meja. Ketika pulang kosan, saya shock, BUKU CATATAN SAYA SELAMA KULIAH BASAH KUYUB TERENDAM AIR HUJAN.

Saya lemes…

Pulang kuliah yang seharusnya istirahat tidur, malah dihabiskan buat menguras air di dalam kamar pakek gayung. Pelan-pelan. Perut lapar. Doh berat banget.

Alhamdulillaah buku catatan dan photokopian yg terendam masih bisa kebaca hurufnya walaupun sebagian besar mblobor gak kebaca, tapi masih bisa ketebak tulisannya apa. Saya jemur catatan itu di lantai dua, mumpung cuaca panas. Lalu saya melenggang berangkat kuliah..

Hujan lebat lagi. Posisi saya di kampus. Ketika pulang ke kosan, saya bersyukur karena kos-kosan nggak kemasukan air. Tapi, ketika ke lantai dua, saya langsung lemes ketika mendapati catatan saya sudah basah kuyup. Dan kali ini tulisan saya nggak kebaca sama sekali. Kertas catatan saya cuma berwarna putih dengan noda tinta. DENGAN NODA TINTA! NODA! BUKAN TULISAN!!!

Saya lemes part II…

Aku pilah-pilah kertas-kertas catatanku, kali aja ada yg bisa diselamatkan. Tapi karena hujannya lumayan lama, walhasil tanpa tersisa satu catatan pun yang bisa kebaca. Saya hanya bisa bernafas lega. Saya memilih lega saja deh, daripada stress.. Aslinya sih stress..

Besoknya semakin bingung mau ngapain, walhasil saya fokus ngerjain desain buku kenangan buat angkatan. Ketika teman-teman yang lain sibuk cari topik skripsi, saya sibuk ngumpulin data-data buat buku kenangan. Haha.

Buku kenangan gagal dibuat, data-datanya kurang lengkap, teman-teman pada sibuk sendiri dengan skripsi. Jadi jarang ada di kampus. Saya yang sudah kehilangan “amunisi” karena saya hanya paham baca catatan tulisan saya sendiri, memutuskan untuk pulang kampung saja. Menenangkan pikiran.

Masku yang cuma karyawan honorer di sekolah, dapat job dari sekolah untuk membuat Lembar Kerja Siswa. Dan aku pun ngebantu membuatkan. Hmm bukan membantu sih, tapi membuatkan semuanya. Ada LKS MS Word, Excel, Photoshop, Corel. Lumayan lah, dapat 100 ribu perLKS. Sekalian belajar ilmu dasar-dasarnya.

Di Nganjuk akan ada tabloid baru yang dirilis. Dan belum ada yang ngelayout. Saya pun nekat mau aja ketika ditawari ngelayout. Hanya berbekal dasar-dasar corel draw, saya pun nekat bekerja fulltime di tabloid itu sampe perusahaannya kolabs (16 edisi) karena manajemen yang kurang tertata rapi. Tapi saya lumayan dapat pengalaman ngelayout.

Setelah itu, saya iseng kerja di tukang apdrek foto. Yah cuma mengisi waktu luang aja sih. Baru bekerja seminggu, ibuk menyuruh aku kuliah lagi. Menyelesaikan skripsi yang tertunda. Soalnya semester sudah merambat ke angka belasan.

Berangkat ke Surabaya disertai do’a ibu. Namun ternyata do’a saja nggak cukup. Harus ada kemauan. Kemauan aja juga gak cukup, harus ada “senjata”. Senjataku khan sudah larut terkena hujan lebat. So???

Di kampus, kegiatanku cuma tenguk-tenguk di lab, main internet. Lalu kenal blog. Saya tertarik ngeblog, menceritakan apa aja yang ada di kepala. Kebetulan aku suka nulis diari di buku tulis. Tapi bukan diari cinta-cintaan alay begitu lo ya. Diariku lebih ke genre komedi. HAHA..

Sejak kenal blog, I’m unstoppable. Sampe sekarang. Blog buat saya adalah nyawa kedua. Aku sangat bergairah ketika ngeblog. Blogku saya isi dengan tutorial design seadanya tapi nggak seperti kebanyakan. Aku menulis sesuai apa yang aku suka. Google suka, blogku terindeks sempurna. Facebook datang, saya yang emang gak bisa berhenti menggambar ini rajin upload karya di facebook.

_____________

Mas Jodi yang kebetulan sedang cari pengganti posisinya di perusahaan garmen di Bali sana, menemukan akun facebook saya. Sebelumnya mas jodi juga pernah mampir di blog saya. Mungkin kesasar dari google kali ya. Haha. Dari baca blog saya, Mas Jodi jadi makin kenal karakter saya dari tulisan-tulisan saya. Apalagi blogku ada biografi yang membuat pengujung baru akan dengan gampang mengenal seluk beluk terjadinya NDOP di alam semesta ini.

Dari facebook, mas jodi inbox saya:

jodi inbox

Selengkapnya bisa dibaca di bawah ini..

Nang Bali gelem ora?

Halooo… iki aku Joddie, sing nduwe cerita.gravis-design.com kelingan ra?

gw mo beritahu, saat ini ada lowongan design grafis di MarjanPejoski di Bali.. u mau ngisi nggak? Gaji awal biasanya 1,8 jt per bulan, ataw kalo kurang ntar bisa tawar-menawar sendiri dengan bos. Nanti tugas kamu cuman buat/redraw desain gambar-gambar kain/tekstil. Guwa dipercaya ama bosnya sebagai talent research untuk mencari seseorang yang pantas duduk disana (lowongan nggak terbuka bagi semua orang)

Don’t worry masalah ide dan tema, karena semua ide dan contoh gbr tetep dari Bos, u cuma menterjemahkan ide/contoh gambar itu ke pola tekstil yang sudah siap di sablon (termasuk teknik repeat dan pecah warnanya) Program yg dipake biasannya Corel ataw Photoshop.. ataw terserah kamu yang penting hasilnya bagus dan bisa selesai dgn waktu singkat.

– Ntar kalo bingung tak ajarin..

Aku nawarin bbrp orang lain.. tapi nggak ada yg bisa berangkat.. kehabisan stok desainer neeh..

Bales yaa.. pliisss soale yg punya pabrik ngejar2 aku terus buat nyari orang yg pantes buat direkomendasikan.. lebih lengkap ttg MarjanPejoski bisa dibuka di www.marjanpejoski.com ; dia adalah desainer fashion untuk artis-artis luar negeri, termasuk bjork dan rihanna.

Memang perusahaan ini semua officialnya berada di London, UK; tapi semua proses desain dan produksi dikerjakan di Bali. Kalo tau ‘Swan Dress’-nya Bjork yg terkenal itu.. ya MarjanPejoski itu yang buat.. Bjork sendiri juga bbrp kali mampir ke sini kok.

btw.. di marjanPejoski, kebanyakan tim desainer fashionnya dari asing (kebanyakan dari jepang ama UK), so u harus mulai belajar bahasa inggris.. kalo pun nggak lancar nggak pa-pa kok.. ntar kalo udah terbiasa (plus terpaksa) pasti dgn sendirinya bisa (kayak aku ketika pertama di Bali dulu), yg penting bisa memahami maksud mereka aja.. itu udah cukup banget.

OK.. that’s all.. hal-hal yg lebih praktis tak beritahu ntar..

bales segera yaaa… ataw u bisa chat pake YM

HUWOW!! MAS JODI MENYEBUT BJORK!!!! BJORK ITU KHAN IDOLA SAYA SEPANJANG MASA!!!

Setelah menimbang-nimbang dengan matang, aku pun menerima tawaran bekerja itu. Mumpung kuliahku lagi gak jelas nasibnya. Mending bekerja trus dapat duit toh?

Sebelum dapat tawaran bekerja itu, aku sempet yg mau balik kuliah lagi. Topik skripsi baru. Topik yang lama sudah kadaluarsa dan aku nggak bisa mengerjakan soalnya gak ada temen yang bisa metodenya. Dapat topik baru, ternyata topiknya pakai metode baru. Setelah saya tanya ke sana ke mari, temen-temenku juga gak bisa bantu. Mereka sudah bekerja di kantor masing-masing, sudah lama gak menyekel buku kuliah lagi. Apalagi ini metode baru.

Saya tanya di internet, bahasa Inggrisnya mumet. Ketika saya tanya dosen pembimbing, saya disuruh belajar sendiri dulu. Yaudah. Pupus lah semangat yg sudah menggebu-nggebu ini.

Semangat saja nggak cukup bro, harus punya amunisi pendukung semangat itu! #ndopquote

________________

Berangkat ke Bali berbekal sms an sama mas Jodi. Naik bis apa, harganya berapa, di sana nanti dijemput siapa.

Pas wawancara pun, saya cuma bawa badan doang! Gak bawa ijazah dan lain-lain. Bukan wawancara sih, lebih tepatnya aku cuma diberitahu kerjaanku nanti begini-begitu.

JADI BEKERJA DI PERUSAHAAN YANG MENGGARAP FASHION LUAR NEGERI INI TANPA TES APAPUN?

IYA! LANGSUNG MASUK KERJA!

Cuma berbekal rekomendasi dari temen yang bekerja di sana. Saya pas bekerja di sana juga sering ditanyai sama bos saya. Apakah saya punya sodara yang bisa menyongket/menyulam. Gitu. Orang luar negeri gak suka sama orang asing. Mereka lebih percaya sama sodara atau teman sendiri. Nepotisme ya? Iya, nepostisme sangat berguna supaya kita gampang mudah percaya.

Saya sangat bersyukur karena dimudahkan..

_______________

Bekerja di Bali, saya merasa NAH INILAH SAYA, INILAH NDOP! Saya menemukan jati diriku. Saya ini memang seniman. Sombong yah ngaku-ngaku seniman? NO! Aku harus yakin kalo aku seorang seniman. Saya akan terjun ke dunia ini sampe nanti..

Kerjaan saya sebenarnya simpel. Cuma menerjemahkan konsep dari designernya ke dalam komputer. Software yg saya gunakan cuma dua: Photoshop sama Corel Draw. Konsep dari designernya itu berupa oret-oretan di kertas. Kadang saya dikasih link dari google buat di modifikasi semau saya. SEMAU SAYA BRO! Enak banget khan? Saya jadi merasa jadi diri sendiri selama bekerja di Bali.

Oh iya, designernya dari Jepang bro, jadi ngomongnya pakek bahasa Inggris yah. Gak perlu bisa ngomong Inggris, cukup paham aja apa yg dikatakannya itu sudah lebih dari cukup. Bosku orang Eropa. Tingginya sak genter! Jadi sebenarnya kami ngomong bukan pakek bahasa ibu. Kami sama-sama ngomong pakai bahasa asing. Cuman mereka lebih jago aja. Haha..

*Menunggu dengan sabar sampe bahasa Indonesia menjadi bahasa dunia*

_______________

“Dengan Mas Ali ya?”

“Iya Pak, ada apa ya?” Saya lagi sibuk kerja, kok ya ada yg nilpun sih. Kalo mau mesen vector, sms aja khan bisa. Duh bapak ini..

“Ini Pak Dosen Pembimbing, kapan ke kampus, kamu dicari-cari Kajur lo. Nanti saya bantu kok.. “

DUAAAAR!!!!! Bagai petir menyambar dada. Situasinya sangat tidak memungkinkan untuk ngobrolin masalah kuliah di sini. Di belakang saya ada dua orang penting sedang mengawasi kinerja saya. Ada designer dari Jepang dan ada BOS SAYA!!!

“Hmm.. Iya pak, maaf ini saya lagi kerja pak. Iya pak. Makasih..” Saya tutup tilpunnya lalu senyum ke bos-bos saya di belakang. Kembali fokus bekerja dan melupakan tilfun barusan..

BONUS FOTO PAS DI BALI DULU

Photo ndop pas kerja di Bali

5 bulan bekerja, kerjaan makin buanyak. Soalnya saya sering kerja sendirian. Kerjaan buat dua orang harus saya kerjakan sendiri. Mengingat designer grafis yang satunya sering sibuk sama sidejobnya yg lebih menggiurkan uangnya. Menjadikan saya harus kerja sampe jam 9 malam SETIAP HARInya. Sampe aku harus nginep di kantor. Kebetulan kantornya enak, di villa gitu. Jadi oke-oke aja sih tidur di kantor. Tapi tetep aja kurang FREE yah.

Ketika tabungan udah cukup untuk membeli leptop, saya kabur dari kantor pulang Nganjuk. Saya memutuskan untuk fokus saja bisnisan vector.

LHA KULIAHKU GIMANA CERITANYA TADI??

Oh iya, kebetulan pas lebaran 2009 khan aku pulang. Ternyata sudah ada surat DO dari kampus. Yasudahlah. Saya lega. Tapi orang tua nangis..

#gleg

Harus tetep fokus sampe sekarang untuk membuktikan kalo pilihanku ini TEPAT. Sampe sekarang bro. Makanya saya nggak akan tertarik sama kerjaan apapun selain yang saya kerjakan saat ini. SAYA FOKUS. Ini bentuk tanggung jawab saya kepada semua keluarga, gak sama ibu saja. SEMUA KELUARGA kena dampaknya. Hehe..

_____________

Semua memang sudah jalanku. Saya yakin itu..
Kenapa harus hujan lebat sampe catatan kuliah BASAH SEMUA?
Kenapa harus hujan lagi ketika aku menjemur catatan kuliahku?
Kenapa topik skripsinya susah sementara temen-temenku yang lain dapat topik yang mudah?
Kenapa saya lancar banget diterima kerja di Bali TANPA TES apapun?
Kenapa saya merasa nyaman ketika bekerja di Bali walaupun sebenarnya fisik ini kelelahan?
Kenapa setelah pulang Nganjuk, bisnis vector saya alhamdulillah masih eksis sampe sekarang?

Semua “kenapa” itu jawabannya adalah karena itulah jalanku..
Jadi kenapa saya DO? Karena itu sudah jalanku..

Udah ah.. ini postingan cuma pencitraan aja deh.. Emang dasarnya aku males kuliah sih.. Hahahaha…

Tags:,
184 Comments

Komen dong!