Bersepeda ke Candi Lor Nganjuk

Pagi-pagi saya bangun, ambil air wudlu lalu sholat subuh. Setelah itu melepas sarung dan pakek celana pendek. Saya masih memakai kaos yang sama dengan yang saya pakai tidur semalam. Lalu bergegas mengambil sepedaku si Abdul Favorit Kurniawan.

Aku mengayuh sepedaku menuju ke barat. Seperti biasa, aku selalu bersepeda tanpa tujuan. Aku memang senang sekali menghadapi sesuatu yang tidak aku pikirkan sebelumnya. Aku sangat suka dengan kespontanan.

Ternyata saya masih ditemani beberapa bapak-bapak, beberapa ibuk-ibuk dan berpuluh-puluh anak-anak esempe yang sedang bersepeda juga. Seperti biasa, saya senyum senyum aja. Pagi ini udaranya lumayan seger.

Beberapa menit kemudian, matahari mulai menampakkan sinar kuning terangnya. Kubiarkan lenganku merasakan hangatnya sambil sesekali mukaku menatap datangnya sinar itu lalu tersenyum. Aku memejamkan mata. Tampak warna merah di balik kelopak mataku. Sinar Matahari pagi ini begitu hangat terasa di seluruh mukaku.

ndop bersepedaHawa dingin sekarang berubah menjadi menyegarkan. Perjalananku semakin jauh. Tak terasa aku sudah beberapa kilometer bersepeda. Aku melewati jalan yang jarang aku lewati. Sengaja. Pingin suasana baru. Pohon-pohon semakin rimbun dan hijau. Jalanan terlihat begitu bersih tersapu hujan semalam. Mataku sangat dimanjakan oleh hijaunya dedaunan di pohon yang besar.

Ternyata saya sudah tidak ke barat lagi. Kespontanan membuatku tidak sadar kalau saya sudah berjalan ke selatan. Tanpa menghiraukan sudah jauh apa belum, aku tetep saja mengayuh sepedaku. Kespontanan juga yang membuatku berbelok menuju ke timur. Saya tidak mengenali jalan ini dengan baik. Hanya mengandalkan naluri aja. Naluri menuju barat-selatan-timur-utara-barat. Alias naluri berputar. Dengan begitu, saya nggak akan tersesat. Hehehe…

Ahaa… akhirnya aku tau jalan ini. Jalan menuju Candi Lor atau biasa disebut Candi Boto oleh orang Nganjuk. Beberapa saat kemudian, aku sudah berada di dalam area Candi Lor. Lalu foto-foto.

Candi Lor Nganjuk

Sedikit tentang Candi Lor:

Candi Lor terletak di desa Candirejo, kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Berdiri di atas tanah seluas 42 x 39,40 meter. Luas alasnya 12,40 x 11,5 meter. Tinggi candi 9,3 meter. Didirikan oleh empu Sindok tahun 859 Caka atau 937 Masehi sebagai tugu peringatan atas jasa masyarakat Anjuk Ladang (sekarang Nganjuk) saat melawan tentara Melayu. Prasasti Anjuk Ladang yang ditemukan di sekitar candi Lor merupakan bukti sejarah berdirinya kabupaten Nganjuk.

Candinya sangat unik. Di tengah-tengah candi, tumbuh menjulang pohon raksasa yang saya belum tau pohon itu jenis apa. Mungkin tumbuhan purba. Lha wong umur candinya aja sudah seribu tujuh puluh tiga tahun!

Ndop, masa sih kamu kuwat sepedahan menuju Candi Lor? Khan jaraknya lumayan jauh dari rumahmu?

Hoeee.. Jarak segitu mah masih keciiil bro! Masa situ nggak percaya sih? Saya khan kalau sepedahan minimal ke Kuncir. Justru itu permulaan. Saya sudah lama nggak bersepeda pagi. Biar nggak kaget, maka saya cuma sampai Candi Lor saja. Sebagai pemanasan untuk sepedahan jauh hari-hari mendatang.

Halah, kamu tuh bisa aja ndop ngelesnya. Mana buktinya hayo?

HUWAT??? masih tidak percaya? ck ck ck… Okay fine, biar kamu tutup mulut dan tidak protas-protes lagi. Akan saya lampirkan beberapa photo saya!

(Wow, pasti ini yang ditunggu-tunggu ndofans semua! Foto idolanya yang terbaru!)

Muhammad Ali Mudzofar dan Candi Lor

Muhammad Ali Mudzofar bersama Candi Lor

Nah, setelah mendapatkan foto-foto berharga itu, saya pun kembali mengayuh sepeda dengan hati bahagia dan badan segar bugar. Ngontel saya sekarang sudah tidak sesepi pagi tadi. Maklum matahari sudah semakin tinggi. Maklum waktu saya terbuang lama di foto-foto. Hehehe..

Anak-anak sekolah, pekerja kantoran mulai mendominasi jalan. Motor dan mobil sudah banyak yang lewat. Sedikit polusi terasa mengganggu nafasku. Aku kayuh sepedaku lebih kencang. Udara ini sudah tidak begitu baik untukku. Aku harus bergegas pulang.

Sampai rumah, aku bermain tampah. Karena bermain tampah adalah unik di jaman sekarang. Maka saya pun mengabadikan foto tersebut. Hehehe..

si ndop bermain tampah

Keterangan:

  1. Si ndop tampak begitu pedenya bermain tampah. “Lihat ini ndofans semua, saya bisa muter-muter tampah lo..”
  2. Karena terlalu narsis terhadap kamera henfounnya, si ndop kehilangan kesadaran konsentrasi dan hampir jatuhlah tampahnya
  3. Hohoh… Keadaan tampah sudah stasioner lagi. Saatnya foto lagi… mesem grak! “klek”
60 Comments

Komen dong!