Cerita Puasa Romadlonku

Wadduh, kebiasaan deh, kalau mau posting selalu ditulis judulnya dulu baru nulis isinya. Trus nanti isinya pasti ke mana-mana. Hohoho.. kayak postingan sebelumnya, ada yang bilang isi dan judul nggak nyambung, hahahaha….

Nggak papa to. Belog-belogku sendiri. Mau diprotes ya silakan, akan saya tampung. Saran dan kritik yang membunuh karakter akan saya cuwekin, saran dan kritik yang menguatkan karakter, akan saya pertimbangkan, hohoho… musti begitu, kalau kita kita melaksanakan semua kritik dan saran, bisa-bisa karakter kita akan ngeblend sama semua orang, karakter kita akan kabur dan bahkan hilang… mau begitu?? ya nggak to pastinya…

Eh, ini sudah hari ke 15 puasa ya.. (buat yang jadwal puasanya ikut sama pemerintah). Bagemana? apakah puasanya sudah bolong tanpa sebab? waaah, gak mbois blas dong kalau jawabannya iya. Apalagi kalau cowok, nggak ada alasan nggak berpuasa kecuali sakit.

Eit, kalau sakitnya cuma flu, ya mending puasa aja. Tapi yang nggak enak itu, kalau kita gebres alias wahing alias bersin atau batuk, trus keluar liaknya. Nah, kita khan nggak boleh menelan tuh. Jadi musti bolak-balik keluar atau ke kamar mandi buat mbuang liak. Aaah, hal yang menjengkelkan bukan?

Makanya, saya sangat menghindari flu di bulan puasa. Tapi tapi tapi, nggak bulan puasa namanya kalau nggak banyak cobaan. Contohnya saya, sebelum bulan puasa, saya tuh males minum es. Jadi jarang flu gitu. Tapi pas bulan puasa, malah tergoda untuk minum es campur atau es kolak. Jadinya langsung flu. Kalau sudah begini, jadi nggak nyaman, karena musti bolak-balik ngidu mengeluarkan liak.

Nggak hanya liak, tapi pusing juga sangat mengganggu. Di suatu pagi, kepalaku pusing, maunya nggak masuk studio aja. Dengan alasan kalau aku masuk, sambil makaryo, sambil puasa, nanti pusingnya malah semakin parah. Tapi saya berfikir lagi lebih dalam ke alam bawah sadar saya. Saya ingat kalau tidak pernah ditemukan orang meninggal gara-gara puasa. Makanya saya pun nekat saja masuk.

Lha welhadalah, malah setelah saya mandi bersih, lha kok saya segar bugar. Pusing malah berkurang. Mungkin kalau aku tiduran terus, boleh jadi malah semakin parah pusingnya. Hohoho…

Siang ini perutku masih belum terasa lapar. Semoga puasa-puasa berikutnya juga begini, nggak lapar. Ya maklum lah, habis buka, traweh, trus makan lagi kok. Hahaha… jadi nggak ada bedanya antara bulan puasa dan bulan lainnya, makan tetep tiga kali.

Eh, kasihan teman studioku lo. Dia tukang bordir. Bordirannya rapi dan bagus. Tapi dia bernasib malang. Keluarganya yang ada di Tasikmalaya rumahnya rata dengan tanah karena gempa. Kalau malam, dia nggak bisa tidur nyenyak beberapa hari ini. Dia selalu ditelfon keluarganya yang di sana. Akhirnya sebagai insan yang menyayangi keluarga, dirinya pun mencarikan pinjaman uang untuk membantu. Dan dia pun berhasil mendapatkannya. Saya pun lega. Tapi saya tetep kasihan, karena dia musti bekerja membanting tulang, lembur tiap hari demi mengembalikan uang dua juta itu…

masjid blend gempa

Kalau pagi saya ada alternative lain nih untuk dilihat. Yang pasti disela-sela iklan program acara (ciri khas metro TV: Program Acara!) Tafsir Al-Misbah, saya mengganti ke TPI. Cuma mau nonton gaya lebainya fiteri teropika. Huwakakak…

Sumpah, Si Fitri itu nggak ada matinya. Yang konyol abis itu pas membacakan kuwis di akhir acara. Dia menirukan mimik dan gaya penceramah agama di er ce te i pas hari minggu (yu no wak??). Permainan mimik wajah yang lucu itu membikin saya lupa kalau waktu sudah subuh. Hahaha…

Nggak hanya itu, Fitri tropika juga bisa menirukan mimik reporter yang sedang melaporkan berita. Mimik yang dimaksud adalah di mana ketika bicara, mulut tidak ol aut (all out, red.), tidak dibuka lebar-lebar, dan hanya umak-umik pada sentimeterlebar mulut tertentu.

Aduh, sudah ya ceritanya, saya mau redraw dulu…. tuh khan ceritanya ke mana-mana, sampek fitrop aja diceritain… huwakakaka… snap.. snap.. sennaaaaaaap!!!

52 Comments

Komen dong!