Selamat Pagi Semuanya…

Teman di sebelah menggoyang-goyangkan lenganku berkali-kali, “ndoop… ndoop…!”

Saya yang masih pelukan dengan guling pun hanya bilang gini, “hmmm… hmm… ” Aduuuh, mata ini susah dibuka. Maklum tadi malam tidur agak larut, trus musti bangun buat makan sahur, trus habis subuh tidur lagi… Jam tidur masih kurang… huh.. :tidur:

Aku beranjak juga dari berbaringku. Mata masih merem sambil duduk bersila. :angop: Lalu dengan sekejab aku berdiri dan mengambil handuk di depan kamar kos. Kubuka pintu, waaah.. awan beranak-pinak memenuhi langit. Sampai tidak aku temukan warna biru langit itu. Warna yang banyak difavoritkan orang. Aku masih bengong, tumben nggak ada sinar matahari. :eek:

selamat pagi vector

Aku sudah selesai mandi. Mandiku kalau bulan puasa begini cepat sekali. Maklum, mandinya minus sikat gigi. Soalnya hukumnya khan makruh. Tapi, aku sudah sikat gigi lo, habis sahur tadi. Langsung deh kuhidupkan motor. Katanya perlu dipanasin. Sambil mendengar suara mesin motor. Aku sibuk berkaca di spion. Wadduh, jerawat ini kok ya nggak habis-habis… :cry:

Eh, aku belum mengabadikan wajahku hari ini. Cklek… cklek… Waaah, malu… nggak akan aku apload difacebook, kecuali aku edit dulu jerawatnya… :twisted:

____

Tadi malam, aku teraweh lagi di Masjid Baiturrohman. Masjid yang sama dengan tarowih pertamaku. Masjidnya tingkat tiga (lantai tiga, red.), yang tarowih alhamdulillah banyak. Banyak orang jawanya. Maklum Masjid Baiturrohman Denpasar itu ada di kampung jawa.

Bedanya, tadi malam aku dibonceng teman baru. Teman yang tiba-tiba nawari aku untuk pergi tarowih bareng. Dia kasihan lihat aku jalan kaki menuju Mushola Extended di Jl. Bedahulu. Mushola yang harus dilebarin pakek terpal supaya bisa menampung jamaah tarowih.

Melihat aku pakek sarung dan bawa sajadah, sudah pasti dia tau aku mau sholat tarowih. Mas Agil pun menawariku tarowih bareng. Saya ya mau to, tumpangan gratis. Lagi pula, sudah jam setengah delapan. Perjalanan jalan kaki memerlukan waktu 10 menit. Jadi daripada telat, ya mending diboncengin. :kabur:

Sambil duduk nyingklak, saya ngobrol dengan mas Agil. Dia ternyata orang Surabaya. Berati orang jawa. Langsung deh aku ganti settingan languageku menjadi boso jowo nganjukan. Walah, kok ya pas, dia bilang teman kosnya ada yang dari Nganjuk juga. Dunia ini memang sempit. Hohoho…

____

Tadi pagi sahur rendang. Sama dengan sahur kemarin. Yah, lidah ini kalau waktu sahur nggak mau dimasukin sembarang makanan. Maunya yang tasty banget, yang banyak bumbunya, yang manis, atau yang asin sekalian. :ngiler:

Habis minum teh anget, aku minum air putih dua gelas! Lalu meneruskan menonton Tafsir Al Misbah dari Bapak Quraish Shihab (maunya dipanggil Bapak, bukan Ustadz) di Metro TV.

Saya suka dengan caranya menjelaskan tafsir Al-Qur’an. Sumbernya banyak banget. Semua yang dia sampaikan sesuai dengan hati nurani saya. Dia tidak pernah menyinggung perasaan. Sangat santun dan cerdas. Pingin beli tafsir Al Misbah yang kalau ditotal semuanya harganya Rp.1.976.000,- itu. Tapi, ngumpulin duwit dulu… :mataduitan:

Tapi lo, kapan aku membacanya? wong beli bukunya yang seri tanya jawab itu saja belum sempat aku baca kok. Hahaha.. mau saya jadiin bantal, bantal di kosan sudah bejibun banyaknya. Jadi ya jadi pajangan aja di sebelah tivi. :doh:

____

Hoaaahm… :angop: kayaknya kita sudahi dulu ya pemirsa. Sudah mau siangan nih. Nggak enak sama judulnya. Tapi aku janjik, lain kali aku akan posting lagi kok. Tentunya lebih menarik dan menyenangkan hati kamu-kamu semuwah… Selamat pagi semuaaaaaaa!!!!!!!

80 Comments

Komen dong!