Beli Celana Pensil

Setelah posting berbobot, akhirnya saya posting yang ringan-ringan saja. Sekalian mau ncoba kamera vijiei dari handfoun baru. Oke deh, seperti biasa, cerita mengalir dari foto-foto saja ya..

___

Saya turun dari bis Restu berase adem dengan tarif biasa. “Sikile mas, sing kiwo,” Ucap si kernet bis.

Setelah menginjak aspal, langsung nyari es bubur kacang ijo di depan biyoskop nonaktif Balai Budaya. Maklum cuaca lagi panas dan saya pingin jalan kaki saja ke rumah. (asline ngenteni susulan gak teko-teko!)

Bubur kacang ijo dengan sedikit es itu pun habis dalam 3 menit. Mak glegek-glegek aaah… segeerrr! Mmm.. beli mika pelindung hape aah. Khan hapeku baru jadi musti dilindungi.

Langsung mak timik-timik menuju Redjo Cell dan membayar 12.500 rupiah untuk mika pelindung itu. Lalu saya melanjutkan perjalanan. Di tengah perjalanan, ada toko baru yang lumayan gedhe untuk seukuran Nganjuk. Namanya The Achmed Distro Mentari. Cabang dari Kediri. Bentuk bangunannya juga persis sama yang di Kediri. Mata saya langsung ndomblong, mulut saya langsung terbelalak! (kebalik ndop!)

APAAA.. DISTROOO??!!! HUWAAA SERBUUUU!!!

Mentari Distro Nganjuk

The Achmed Distro Mentari Fashion, Jl. Diponegoro 54 Nganjuk

Langsung deh, masih dengan keringat bau kereta Dhoho ficering bau gemuk bis Restu, saya dengan pedenya masuk. Sambil mengikuti intruksi dari petugas penjaga jaket dan tas, saya sapu sekeliling ruangan dengan mata saya. Wuih, rame pol. Saya tidak menemukan kesepian Nganjuk di sini. Anak-anaknya gaul-gaul. Pakek baju ala anak ben semua! Saya nggak mau kalah…

Saya langsung naik ke lantai tiga. Di situ tempat baju-baju distro berada. Hohoho… bajunya sekilas bagus-bagus. Sekilas lo.. tapi setelah saya dekati, ee.. weladalaa… kok cuman 20 ribuan! wakaaka… jangan-jangan ini pelasu!

Ah, pazetiv thinkin aja…

Saya meluncur ke baju-baju, kaos-kaos, celana pendek-celana pendek, lalu celana panjang-celana panjang. Lalu pulang…

Nggak jadi beli apa-apa, soalnya saya sudah menjaj (judge, red.) bahwa barang di sini palesu!

___

koleksi pakaian mentari lantai 3

Saya kembali lagi ke Mentari, tentu saja setelah mandi dan meninggalkan semua atribut bau kereta api dan gemuk bis. Lalu masuk dengan pedenya pakek kaos distro Pro shop dan celana krem PNS!

Yaolo ndop, pakaianmu itu tidak mecing. Atasan anak ben, bawahan kok PNS! walaah… kecelakaan mode itu ndop!

Ndak papa, saya pede aja… Toh, celana PNS saya ini mungkin jauh lebih mahal dari pada celana yang dipakek anak-anak gaul di sini!

Milih-milih, ncoba-ncoba, waah, kamar gantinya nggak ada kuncinya! Bagaimana nanti ceritanya kalau ketika saya buka celana trus ada yang buka pintunya!!!

Untungnya hal itu tidak terjadi…

___

Yes, saya sudah dapat celana pensil merek belak aidi (Black ID, red.) e’rydei iz e hell (everyday is a hell , red.)

Celana itu, ketika saya coba enak banget, kainnya adem dan fit banget ke kakiku yang betisnya lumayan gedhe dibanding anggota tubuhku yang lain. Sepertinya celana ini Orijinal. Soalnya harganya 126.000 IDR. Semoga nggak keblandrok!

Sebelum membayar, saya keliling lagi, melihat-lihat lagi sembari menunggu mbakku milih-milih baju juga. Saya di Mentari barengan sama mbakku nih ceritanya. Malu-maluin juga, masa saya yang dibonceng! soalnya saya ndak punya SIM! hahaha…

Eh, lha ini kok bagus ya. Saya melihat baju merek Proshop dengan design dan kain dengan kualitas bagus. Lalu di sebelahnya, ada juga merek distro lain yang orijinal. Harganya terlalu tinggi untuk ukuran masyarakat Nganjuk.

Wah wah wah, saya akui kehebatan pengelola toko ini. Ternyata strateginya mantab banget. Pakaian dengan harga murmer (murah meriah carey, red.) diletakkan di depan, sementara yang orijinal dengan harga tinggi diletakkan di belakang!

Jadi ketika baru masuk ruangan, pengunjung langsung disuguhi pakaian dengan harga sangat miring. Semakin menelusuri lebih jauh, harga semakin mahal dan kualitas semakin bagus!

Semakin mantablah saya untuk membeli celana itu dan tidak takut lagi beli barang palsu di sini. Karena semua sudah diklasifikasikan sedemikian rupa.

celana pensil Black ID 126000 IDR

___

Pulang langsung dicoba.. Karena ujung celananya sempit, maka saya agak kerepotan memakainya. Dulurku yang ada di Tulungagung sana, kalau memakai celana model beginian, makainya pakek kresek dulu. Jadi kaki dimasukkan kresek, lalu baru dimasukkan ke celana.

Dan inilah yang sampeyan tunggu-tunggu! Seorang foto model madul baru di belantika duniya entetainmen, kita sambut bersama-sama…. ENDOOOOOOP!!!

Cling!

celana dicoba oleh model

Wow, kakimu langsing ndop!

52 Comments

Komen dong!