Topi-topiku

Mungkin gara-gara cuwaca yang panas, makanya otak saya yang ada di telapak kaki ini berfikir kalau saya musti memakai yang namanya topi. Selain untuk menutupi bentuk muka saya yang tidak simetris, topi itu saya gunakan untuk bergaya. Banyak topi sudah saya beli. Banyak juga yang hilang. Yang tersisa sekarang adalah 2 topi. Topi Eiger dan topi distro merek insolen seharga 20 ribu!

Yuk kita simak sejarahnya…

topi NIni topi pertama dari duwit sendiri. Belinya di indomaret A. Yani Nganjuk sekitar tahun 2004. Model bagus, warna norak, model norak, warna bagus, waah, bingung juga nih milih topinya. Akhirnya saya milih yang di tengah-tengah, model biasa, warna biasa! :mrgreen:

Harganya murah, cuma 22 ribu saja. Bahannya enak. Ngresep kringet. Ada inisial N yang ketika itu teman saya yang bernama Nana jadi kege-eran sendiri ketika saya pertama kali memakainya di kelas.. Padahal lot tau sendirri kaan.. kalau yang saya maksud dengan N itu siapa coba? hayo siapa? :hihi:

Topi itu pun kabur dari kepalaku. Hilang. Kalau nggak salah hilang di kelas. Huhuhu… I miss yu topiku.. :cry:

___

Topi Cardinal hijauKemudian saya beli lagi. Yang ini bermerek terkenal. Cardinal. Harganya juga lebih mahal. 35 ribu.

Setelah berjuang melawan kerubutan pelayan toko Ramayana Nganjuk yang endel-endel dan selalu ngrusuhi konsentrasi pembeli itu, saya pun berhasil memilih topi itu, tentu saja setelah nggak enak terus-terusan ngeyel sama pelayannya.

“Yang ini lo mas, bagus!”
“Yo apikan iki to mbak, warnane ijo seperti alam pegunungan.”
“Tapi warna ini lagi musim, mas!”
“Justeru itu, saya nggak suka warna musiman, saya lebih suka menciptakan musim sendiri!!”

Begitulah kira-kira secuprit perngengkelan yang terjadi di toko mewah namun dengan pelayan ndeso itu.

Akhirnya topi itu juga ilang. Hilang di kereta api. Lha sayanya sih, naik kereta api nggak pakek karcis.. mungkin kuwalat tuh..

___

Topi Cardinal MerahKemudian, karena dunia semakin panas, aku pun beli lagi topi baru. Karena sudah kadung betah sama topi Cardinal yang adem itu, saya pun beli Cardinal lagi. Kali ini dengan warna ekstrim. Merah!

Yup, warna yang dulu saya hindari, karena keluarga (dipaksa) ikut yang kuning, itu saya beli lantaran modelnya modern banget. Nggak musiman. Ada tulisan itam sablonan karet yang oke banget. Oke deh saya beli. Belinya kali ini nggak pakek ngeyel, soalnya yang ngedoli mas-mas yang pendiam. Jadi hati nurani saya tidak terganggu dan bisa memilih dengan mantab.

Topi itu pun telah raib. Raib pas sepedahan. Jatuh tidak terasa. Mungkin sudah diambil tukang sampah. Ah, sial, ilang lagi-ilang lagi. :doh:

___

Topi Distro InsolenSaya beli topi Insolen ini sebelum topi Cardinal merah di atas ilang. Tapi walaupun saya punya 2 topi pada saat itu, namun saya lebih memilih memakai yang mahal. Entah mengapa kalau pake topi Insolen yang murah meriah (20 ribu) itu, saya nggak pede, walau modelnya modern banget. Mungkin karena modelnya musiman. Jadi saya nggak suka. Hehehe… (ngono kok yo mbok tuku to, ndop?)

Topi itu masih ada saat ini. Walau pun tidak ada di samping saya. Namun topi itu tidak hilang. Ada di suatu tempat yang pasti. Tapi saya males ngambil. hehehe…

FYI: Topi itu tertinggal di mobilnya masku yang ada di sonopatik Nganjuk sana, jauh kalau ngontel dari rumahku.

___

Topi EigerSetelah topi merah itu ilang, saya masih aktif memakai topi distro di atas selama beberapa hari. Lalu karena nggak betah, saya pingin beli lagi.

Sidoarjo. Waktu itu, saya lagi cari hape seken K510i sama temanku. Temanku lagi ncari Jaket kulit di Tanggulangin. Kita semua nggak mendapatkan apa yang kita cari, melainkan justru dapat topi. Mumpung bawa duit dan berada di Ramayana Sidoarjo, yang katanya tempat yang murah dan trusted buat cari hape seken, saya pun muter-muter ncari hape. Harganya mahal-mahal ternyata, walau barangnya emang mulus. Tapi barang seken kok bisa mulus begitu seperti baru, ya? aah, nggak jadi beli ah.. takut bersalah dengan negara ini kalau beli barang BM (Pasar Hitam, eh, Pasar Gelap ding!)

Akhirnya justeru kami menggok ke Outlet Eiger. Temanku lihat-lihat tas, saya mlencing sendiri lihat-lihat yang lain. Saya menemukan topi bagus. Langsung saya beli. Sebelum beli, seperti biasa, minta setiker dulu. hehehe…

Langsung deh saya pakek nggak pakek kresek-kresekan, katanya menghemat kresek = mengurangi dampak global warming. Hehehe..

Yaudah pemirsa, cukup di sini cerita saya kali ini. Tetep buka dzofar.com di mana pun anda berada. Banyak tutorial-tutorial menarik untuk disimak lo. Oke, jangan lewatkan cerita-cerita menarik lainnya. Terimakasih atas perhatiannya. Saya ndop, dan teman di depan saya, monitor, teman di bawah saya, kibod, pamit dulu. Selamat menikmati hari ini….!!!

Intro ending… lagunya Mista’d “Memble”

:dance:

46 Comments

Komen dong!