Masak Sendiri Makan Sendiri

Yes, akhirnya pengeluaranku bisa merosot tajam! Gara-gara apa? gara-gara saya ikutan sama teman-teman kosku yang lain. Yaitu masak!

Sejak jum’at (2/4) kemarin, saya masak sendiri. Ibukku sudah menyiapkan beras dari rumah sekelo, trus sambal pecel (sekali lagi, pecel itu sambal, bukan bumbu!) seplastik. Dan tidak bisa dilogika, takaran ibukku itu tepat adanya.

Pagi tadi, saya telah berhasil menghabiskan beras sekelo itu. Dan masih sisa untuk makan nanti sebelum pulang ke Nganjuk (besok ikutan ncontreng!). Jadi memang takaran sekelo beras untuk 6 hari adalah pas untukku. Dengan makan dua-tiga kali sehari, ternyata beras sekelo itu cukup loh. Apalagi makanku itu nggak sedikit. Maklum badan saya yang tinggi semampai ini perlu asupan banyak makanan. Jangan dikira saya ini kurus trus makannya sedikit..

Lauk pauk saya sehari-hari selalu sama. Yaitu telur ceplok sama sambal pecel. Entah kenapa kok ya ndak bosan-bosan. Teman kos selalu nyindir, kok lauknya itu itu melulu? Lha embuh, saya emang seneng segala masakan ibuk, termasuk sambal pecel itu. Walau dimakan setiap hari pun, saya tetep nggak bosan. Maklum, sambal ibuk memang pedesnya jiyan josh gandosh sampek mbledosh!

Walhasil, saya memang selalu masak sendiri dan dimakan sendiri. Maklum, nggak semua anak kos doyan pedes. Hanya beberapa saja. Jadi kalau aku gabung makan-makan sama mereka, makanannya cenderung anyep! ndak pedes. Tapi kalau mereka gabung makan-makan sama diriku, saya ndak tega kalau nanti bibir mereka semua pada kewedangen (kepedesen sampe mulutnya monger-monger, red) makan sambal bikinan ibukku, atau sambal trasi bikinanku.

Toutelli, saya telah menghabiskan telur 10 butir. Sudah beli 3/4 kelo gram. Seperempat kelonya seharga Rp. 3.300,-. Wuih, ngirit banget khan. Urunan minyak gas 4000 perbulan. Beli minyak goreng Rp. 3.700,- masih sisa sangat banyak, maklum hanya dipakek buat nggoreng telur ceplok. Jatah 10 rebu sehariku masih sisa banyak. Lumayan dikumpulin buat beli hengfoun seken merek Soni Erikson (bukan eriksen!) Ka lima sepuluh i. Alhamdulillah sudah ngumpul uangnya, tinggal nyari hengfounnya.. ayo siapa yang mau jual hapenya??? :ayoh:

Eh, dari tadi kok nggak ada fotonya ya?
Apa kamu sekarang malu ndop menampakkan diri?

wuih, enggyak duong… Oke, oke, diriku telah berhasil berhasil mendapatkan fotonya ndop yang sangat ekskelusif dan rare (langka, red.) ketika lagi makan bareng temen kosnya yang bernama Candra Irawan. *nembak kiwod moud ON*

Masak sendiri dimakan sendiri

Waah, fotonya nggak nyambung sama judulnya. Hahaha… tapi nggak juga kok. Kelihatannya emang makan bareng, padahal asline itu masaknya sendiri-sendiri, hahaha.. soalnya seleranya beda. Dirinya nggak begitu doyan pedes, diriku penggila pedes. Heg heg heg…

72 Comments

Komen dong!