Sejarah Ganti Template

Akhirnya setelah kesekian kalinya, blog ini berganti template. Dan template inilah yang paling bikin saya melekan dua hari cuman gara-gara saya yang bodho nggak mudeng bahasa pemerogeraman ha te em el.

Masalah pertama muncul ketika saya tidak sreg dengan ukuran postingnya. Saya persempit kira-kira 500 pikselan, pinginnya sih 450 piksel, tapi kayaknya nggak mungkin soalnya bentuknya megezin. Yaudah manuk aja toh…

Lalu sidebarnya yang tengah saya perlebar beberapa puluh piksel biyar lapang. Saya design headernya sendiri supaya lebih pesenel. Trus apa lagi ya…? mm… Oh, iya, thumbnail templatenya nggak muncul! Apa itu thumbnail? itu loh, yang gambar asli yang dikecilin trus biasanya diletakkan di postingan yang kalau mau memerbesar tinggal ngeklik (hayyah, penjelasane kok mbuletisasi ngene toh?)

Ya pokoknya thumbnail seperti gambar separuh rokok, separuh terminal, ketika di home itu loh.. paham khan? Nah, kemarin itu saya mencoba menginstal themenya di blogku ini. Lha dalah, kok thumbnailnya ndak keluar!

Saya langsung mengambil otak saya yang sudah melorot ke delamaan kaki itu dan menariknya ke atas, ke tempat semula, di dengkul! Semalaman suntuk saya mengoprek-oprek kode-kode yang bikin badan ini nggreges. Hidup sendirian lagi, semua sudah pada tidur. Waduh, harus berjuang sendiri nih…

Saya langsung teringat templatenya mbah template yang lain, yang juga bisa keluar thumbnail di “home” nya (main indeks). Yup, langsung deh saya menggunakan jurus terpopuler buat para oprekwan dan oprekwati template, hiyaitu jurus CSS alias Contek Sana Sini!

Entah dapat wangsit dari mana, lha kok ndilalah mak gedebuk jerantal thumbnail itu muncul! Wuihh.. betapa beralhamdulillah-alhamdulillah rianya saya malam itu, dengan disaksikan udara malam dan keringet dingin badanku…

Perjuangan belum berakhir, ternyata “post page”-nya belum bisa dikomentari, post page itu seperti biografi, order, blogroll atau albumku ito loh. Nah, bagian itu ndak bisa dikomentari dan komentarnya nggak muncul!

Waduh waduh, untung saya ngeditnya itu offline pakek sopwer eks ei em pi pi itu loh.. (XAMPP, red.), walhasil aku ya nggak stress-stress amat kalau rusak. Hehehe…

Beberapa kali mencoba, akhirnya page itu muncul komentarnya dan bisa dikomentari. Horeee… :dance:

Eit, perjuangan belum berakhir, smilies atau emoticonku yang amit-amit imut-imut ituh ternyata juga nggak muncul di form komentarnya.. waaaa… ndak afduwol toh kalau ndofans™ semua ndak bisa makek tuh emoticon di kolom komentar. Walhasil aku sms ongki. Dia soalnya pernah mengalami hal yang sama dengan plugin wp-grins (plugin memunculkan emoticon di komentar). Ternyata e ternyata, dia memakai plugin custom smilies. Tolong dicari sendiri pluginnya ya, jangan malu-malu nanya si mbah buyut udek-udek gantung siwure internet!

Ternyata kata ongki bener adanya, plugin itu berjalan mulus di templateku yang sekarang. Yes!! akhirnya berhasil juga ganti template!

screenshoot dzofar.com baru

Kenapa sih ndop musti ganti template?

ndop menjawab: ganti template itu seperti ganti kekuatan. Harapannya blog ini mempunyai kekuatan baru dengan berganti template. (wuih ndop, jawabanmu sok bijak padahal asline gak mudeng!)

Hiyup, saya punya aturan baru dalam ngeblog, hiyahitu: Saya akan berkunjung dan berkomentar ke blog yang telah komentar di postingan saya. Waktu saya berkunjung dan berkomentar adalah ketika saya selesai posting baru lagi. Jadi misalnya saya sekarang posting Sejarah Ganti Template, maka saya akan berblogwoking ke blog yang telah berkomentar di postingan saya sebelumnya. Jadi komentar sampeyan di postingan ini, akan saya kunjungi balik nanti ketika saya posting baru lagi. Hohoho…

Kenapa ndop, kok begitu?

begini sodara-sodaraku, di dalam dunia ini khan ada hukum timbal balik, maka saya juga menerapkan di blog saya.

Saya dulu sering banget blogwoking ke mana aja seharian penuh, tapi yaitu, mereka terlalu sibuk untuk berkunjung balik dan berkomentar, jadi ya saya ikut-ikutan seperti mereka itu toh, hehehe… ya biar adil. Jadi mohong mangaf buat gugel rider, saya sudah menyelingkuhi kamuh dengan kekasih lain, namanya komenbek (comment back, red.). Hohoho…

69 Comments

Komen dong!