Berlibur ke Pantai Popoh dan Sidem

Beberapa hari kemarin tepatnya pas tahun baru hijriyah 1430, saya, masDan, mas ghufron, Pak Hamid, pergi ke Pantai Popoh dan Pantai Sidem.

Aku yang belum tidur sama sekali, pagi itu dapat sms dari masDan, ‘Mas, ndang siap-siap, budhal saiki’ Wadduh, lha wong aku belum tidur sama sekali e, kok tiba-tiba mau diajak pergi jauh ke Tulungagung.. wadduh… tapi ndak papa wis, kapan lagi bisa ke Popoh sama sesama blogger Nganjuk. Wekekeke..

Berangkatlah saya dkk ke Tulungagung mengendarai Motor. Sangat sudah bisa ditebak kalo saya pasti bukan yang nyopir. Maklum isterinya Paklum™, saya khan nggak bisa nyopir motor, wekekeke..

Kayaknya lebih enak kalo ceritanya langsung dari foto saja ya… biar nggak pada fast reading maksudnya.. woukekeke…

TIKET GRATISAN

di rumah Pak Basuki, Popoh Tulungagung

Iyyak, foto pertama di atas menceritakan bahwa kami-kami ini masuk ke Pantai Popoh secara GRATIS-an. Soalnya ternyata si Masdan dkk masih punya kerabat dekat sama Pak Basuki (photo paling kanan) yang adalah RT setempat.

Jadi pas sampai di pintu loket pembayaran tiket, Masdan dkk langsung bilang ke Petugas Tiket kalau kami mau bersilaturrohim ke rumah Pak Basuki. Dengan basa-basi sedikit, kamipun dipersilahkan masuk tanpa dipungut biaya sepeserpun! wekekeke… siip lah…

KECELEK

Suasana Pantai Popoh yang ramai

Rencana awal kami tentu saja mau menonton acara adat Larungan, namun ternyata kami semua kecelek, ternyata acaranya digelar tanggal 2 Muharrom! hayyah, kok aneh, biasanya khan tanggal 1 sura? akhirnya kami pun hanya saling pandang dan pasrah menerima keadaan.

Namun, kekecewaan kami terobati dengan ramainya manusia yang memadati kawasan wisata Pantai Popoh (lihat photo di atas, rame bukan?). Ternyata sedang terjadi PKJ (Peristiwa Kecelek Jamaah).

NAIK PERAHU

Naik Perahu di Pantai Popoh

Suasana sangat panas. Maklum di pantai. Dari pada ndak ada kerjaan cuma liat-liat doang, kami pun mencari sensasi lain di Pantai Popoh ini, yaitu pingin merasakan ombaknya! Yup, pencarian sensasi kami pun jatuh kepada NAIK PERAHU!

Setelah menanti beberapa menit, akhirnya perahu itu menepi juga. Kami cepat-cepat menuju ‘stasiun’ perahu sambil menyipitkan mata untuk menghindari kilauan sinar matahari yang menyilaukan.

Hanya dengan 6000 rupiah saja kami diajak berkeliling-keliling menikmati sensasi terombang-ambing ombak pantai selatan tersebut. Malahan, pas sampai ditengah-tengah laut, ombak semakin besar. Air laut di sana sejajar dengan tinggi perahu di sini. Wow, kalau sampeyan ingat gelombang transversal, kami sekarang berada di lembahnya. Sementara bukit gelombang air lautnya ada beberapa meter di depan kita. Seolah-olah perahu mau tenggelam aja.

Tapi, karena semakin ke tengah ombak semakin besar dan sangat menghawatirkan kalau-kalau terjadi ombak pecah, akhirnya perahu kami pun diputar balik ke lokasi Pantai. Selama naik perahu tadi, kami disuguhi pemandangan alam yang alami dan menakjubkan. Tak henti-hentinya saya tergagum-kagum sambil merinding melihat betapa indahnya, betapa ajaibnya pemandangan yang sedang saya lihat di depan sana. Wow…

Setengah jam sudah kami diajak berkeliling-keliling lautan. Namun porsinya cukup. Saya ndak kepingin lagi. Sudah cukup. Mungkin lain kali kepingin lagi. Tapi untuk kali ini cukup. Hehehehe… Muneg-muneg soalnya..

LIHAT-LIHAT SUVENIR

Cuma Lihat-lihat suvenir Popoh

Yaah, setelah naik perahu, kami melihat-lihat suvenir-suvenir yang dijual di Pantai Popoh. Banyak kerajinan kerang-kerang yang dironce jadi kelambu kerang, hiasan lampu, hiasan dinding, dll. Di sana juga dijual topi koboi. Lihatlah gaya kami yang ndak penting itu.. hohoho.. apakah kami membeli? TIDAK! hehehe… yang penting difoto!!!

FOTO-FOTO

Foto-foto di lokasi pantai Popoh

Karena niatnya bertamasya dan tidak berniat belanja, maka tak heran kalo kegiatan kami di sana itu tidak lain tidak bukan adalah foto-foto! hehehe… selamat menikmati saja!

NASI PECEL YANG ANEH

Nasi Pecel atau??

Hayyah kono, mana nasi pecelnya?? (foto di atas asli, cuma ditambah foto nelayan dan dialog doang!)

KE PANTAI SIDEM

Pantai Sidem

Setelah lelah foto-foto di Pantai Popoh, kami melanjutkan ke pantai satunya, yaitu Sidem, yang berjarak tidak jauh dari Popoh. Inilah Pantai sebenarnya, soalnya memang ada pantainya. Kalau Popoh tadi pantainya kurang maksimal. Kurang bisa dibuat main-main. Kalau di pantai Sidem, kita bisa main pasir sepuasnya.

Lihat tuh, betapa bangganya kami menggoreskan nama blog masing-masing, dzofar.com dan masdan.net di pasir. Wekekek… pasti banyak yang ngiri yaa… hayo ngakuuu….

NB: ternyata si Eros, beloger yang juga anggota grup ben Nyeila On nyepen juga ada di Popoh lo hari itu, tapi mungkin aura blogger Nganjuk terlalu gedhe kali, makanya nggak ketemu dan nggak keliatan.. wekekek…

65 Comments

Komen dong!