Lestarikan Bahasa Daerahmu!!!

Postingannya si ndop kali ini agak-agak berbau temperamental. Soalnya si ndop emang sedang resah. Resah terhadap lingkungan sekitarnya. di mana lingkungan itu semakin tidak menghargai, semakin tidak melestarikan budaya, semakin tidak menjunjung tinggi bahasa daerah…

Bahasa Indonesia memang bahasa pemersatu, yang menurut pendapat bodoh saya, maksudnya pemersatu adalah digunakan di saat-saat bahasa lain tidak cocok digunakan berkomunikasi. Misalnya kalau kita bertemu dengan orang luar jawa yang nyata-nyata ndak mudeng bahasa jawa, maka memakai Bahasa Indonesia adalah fardlu ‘ain hukumnya. Sehingga pikiran kita jadi bisa menyatu, nyambung, dan lancar berkomunikasi.. *yaolo ndoop.. umur slawe tahun, tulisanmu kok koyok bocah esde wae.. :doh: *

Menurut orang pinter yang saya temukan dari si mbah pinter juga…

Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975 antara lain menegaskan bahwa dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai

  1. lambang kebanggaan nasional,
  2. lambang identitas nasional,
  3. alat pemersatu berbagai-bagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakang sosial budaya dan bahasanya, dan
  4. alat perhubungan antarbudaya antardaerah.

Jadi, saya yang bodoh ini bisa memberikan kesimpulan bahwa, merujuk pada point ketiga, kalau kebetulan kita berada di dalam masyarakat yang sama, satu budaya, satu bahasa, makan Bahasa Indonesia TIDAK BERFUNGSI lagi.

Hennah, berdasarkan tulisan-tulisan ndak ada mutu di atas, saya mau menyentil saya sendiri, para mbak-mbak (kebanyakan), para mas-mas (sedikit saya temukan), para adik-adik balita yang baru bisa ngomong, para ibu-ibu yang punya beibi yang baru belajar bicara, mbok ya ndak usah gengsi memakai bahasa daerah. Siapa bilang bahasa daerah ndak keren? Siapa bilang bahasa daerah ndeso? justru dengan memakai bahasa daerah itu semakin membuat hubungan antar masyarakat (terutama satu budaya, satu bahasa) semakin erat. Kalau kita pintar bergaul, pintar berkomunikasi, pintar menyesuaikan lingkungan, kita akan cepat terkenal bukan? Terkenal itu khan gaul. *yaoloo.. ndop, ini toh tujuanmu sebenarnya.. ck..ck..ck.. :doh: *

Saya mau menyombongkan diri dulu, sebagai orang Nganjuk yang notabene dicap ndeso oleh sebagian orang, saya bangga memakai bahasa daerah jowo nganjuk (jowo kulonan) sebagai bahasa sehari-hari. Entah itu berbicara dengan para penjual makanan, penjual bakso, penjual nasi goreng, pak sopir, pak kondektur, yang memungkinkan atau pantas memakai bahasa daerah. Situasinya beda kalau kita sedang berada di dalam Bank, Kantor, Sekolah (bicara dengan guru), sudah selayaknya memakai bahasa Indonesia.

Di negara Indonesia yang terkenal multikalce (multiculture, red.) ini, memang sudah seharusnya kita menunjukkan kemultikalceran kita. Biar kita bisa ndak kalah sama Malaysia, Jepang, China, dll yang terkenal dengan budayanya. Salah satu caranya adalah ya dengan berbahasa daerah.

Saya salut kepada blog ini yang konsisten menulis dalam bahasa Jawa. Nggak gemen-gemen, tutorial teknologi pun ditulis menggunakan bahasa jawa. contohnya pada postingan yang ini, yang ini, atau yang ini.

Hennah, sebagai insan yang bodoh yang hanya bisa nulis ide-ide dangkal tapi bisa mendizain secara dalam, saya hanya bisa berkampanye melalui banner seperti di bawah ini:

Lestarikan Bahasa Daerahmu

cara masang, copy aja kode di bawah ini:

<center><img src=”http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/baner-daerah.gif” alt=”Lestarikan Bahasa Daerahmu” /></center>

Ayuh, gih, dipasang-dipasang, mari ikut-ikutan melestarikan bahasa daerah…
Kalau ada yang mau posting tentang beginian dan merasa bisa menulis yang lebih bagus dari ini (saya jamin pasti lebih bagus!), silakan.. silakan.. niat kita cuma satu. “LESTARIKAN BAHASA DAERAHMU”

86 Comments

Komen dong!