Reuni Keluarga Bani Ibrahim

Halo halo halo semua sodara-sodaraku.. waduh-waduh si endop ini ke mana aja ya, kok baru nongol? lah, masuk akal lah. Lawong lebaran memang bukan waktunya ngeblog khan? Lebaran itu kalo diibaratkan, buat kita para beloger (ceille.. bawa-bawa nama kita ya ndop? elo aja kalee…), kita musti hijrah ke dunia nyata. Mudik ke dunia nyata. Maklum, kita-kita ini lak manusia-manusia maya toh? hayoo.. ngaku aja, sampeyan-sampeyan lak lebih eksis di dunia maya toh? (waduh, bawa-bawa nama sampeyan lagi, elo aja kale ndoop..)

Ngomong-ngomong masalah silaturohim…

*ehm, ehm, macak alim sitik, ngerogoh kupyah di kerdusnya, yaoloo.. kerdus? ketauan kalo ndak pernah makek kupyah.. hihihi… lalu memakainya mirip tukang satte…te.. satte..*
…para belogger itu sangat identik dengan silaturohim. Berkunjung dari belog satu ke belog lain. Meninggalkan komentar atau sekedar berteriak di kotak teriak (shoutbox, red.)
sensasinya sama seperti teman kita mampir ke rumah pribadi buat yang sudah punya domain dan hosting sendiri. Dan seperti ke rumah tumpangan buat yang masih numpang di belogsepot dan wotpress.. iih, jangan tersinggung ya.. kenyataannya emang begitu khan? huwahahaha… sombongnyaa si ndop ini mentang-mentang sudah punya dak kom sendiri… hihihi.. :pukul:

hennah, rasanya tidak pantas khan kalo kita hanya mengandalkan belog untuk bersilaturrohim. Sebage mahkeluk sosyel, sebagai mahkeluk yang punya raga punya jasmani, naluri kita mengantarkan untuk berhubungan satu sama lain. Saling bertemu satu sama lain. Apalagi di hari yang fitri ini. Di hari yang sangat dinanti-nantikan kehadirannya. Di hari yang kita-kita seperti bayi yang baru lahir. Masih bersih, putih, tanpa dosa dan siap berbuat dosa!. Semua terasa bahagia. Semua melebarkan senyumnya. Tidak ada pertengkaran. Tidak ada sakit hati. Semua kembali kosong-kosong. Saling memaafkan kesalahan. Dosa-dosa antar sesama manusia pun terhapuskan.

ndoooop, ngomong opo to ndooop???!! saya ndak mudeng…

Hennah, Si ndop ini ternyata juga punya naluri sebage manusia loh. Buktinya, pas Ngaidul Fitri kemarin. Tepatnya tanggal 5 Oktober 2008, si ndop bersama keluarga besar Bani Ibrahim ngalias keturunan Ibrahim *Mbah Ibrahim itu canggah saya, canggah adalah orang tuanya buyut, buyut adalah orang tuanya mbah, mbah adalah orang tuanya pak mbok kita, pak mbok adalah orang tua kita* mengadakan nasabi. Apa itu nasabi? saya ndak tahu persis, yang jelas semua keturunan (satu nasab) ngumpul di suatu acara. Mengadakan tahlil mendoakan mbah-mbah yang telah tiada. Bersalam-salaman. Bersilaturrohim.

Bertempat di Jepun Tulungagung, semua berkumpul. Yang hadir lumayan banyak. Walau sebenarnya masih kurang. Banyak yang ndak datang. Sebage seorang belogger (lagi-lagi kalimat itu yang disebut! :mad: ), saya langsung ngrampokngambil hapenya masku. Minjem lagi-minjem lagi! dasar CUMI! Lah, gemana saya ndak minjem lawong yang punya aja ndak memanfaatkan fasilitas canggih di hapenya kok. Yak, saya pun memotret apa saja yang perlu dipotret. Dengan sedikit ndak enak karena semua orang pada ngeliatin saya punya gaya.

ndoop, gak usah kebanyakan nyocrot, mana fotonya?

nooh…

Nasabi Bani Ibrahim

Wow, ini aslinya fotonya merah merona, lalu saya edit di fotoshop dengan menggeser-geser selektiv kalenya (image > adjustments > selective color)

ndop, yang ada kamunya manaa??

nooh..

Nasabi Bani Ibrahim 2

Dari kiri ke kanan: Danu anaknya bude, Rijal anaknya pak lik, Prima anaknya bude, Malik mas kandung, Pak de Yon, ndop, Rosyid mas kandung, Aziz anaknya bu lik, Rijal, Danu, Prima, Masnya ndak kenal, si Cindi anaknya pak lik, Bu lik Nap istrinya pak lik, Mbah Nur Kanah istrinya Mas Rosyid, Mbak Nur mbakku, Mbak Mun ibukku (ibuke dewe diceluk mbak?)

Ini diya foto-foto bani-bani alias keturunan-keturunan dari anaknya Mbah Ibrahim

Nasabi Bani Ibrahim 3

Dari kiri ke kanan:
Bani Abu Harun, Bani Alim, Jainab -Bani Nguinah, Jaitun-Bani Nguinah

Masih ada lagi lo… Maklum orang jaman dahulu khan anaknya banyak-banyak…

Nasabi Bani Ibrahim 4

Dari kiri ke kanan juga:
Nasiyah-Bani Nguinah, Romlah-Bani Nguinah, Umi Kulsum-Bani Nguinah, Yatemi-Bani Nguinah

Kamu bani apa ndoop?? ndak usah kebanyakan nanya, ini lo ada foto saya sekeluarga… satu embah! ini belum lengkap lo…

Nasabi Bani Ibrahim 5

Dari kiri ke kanan: Husain-Bani Ngaisah, jainab-Bani Nguinah lagi, Rubi-Bani Ngaisah (ada saya lo.. saya yang sebelah mana hayooo…?), bani Usman-Bani Ngaisah

Itu masih ada bani toyib sebenarnya, tapi saya ndak sempat ngopy fotonya. Maklum yang moto itu orang banyak dan saya hanya sempet ngopi dari satu orang saja.

Wow, saya sangat bangga bisa bertemu keluarga-keluarga saya satu canggah. Rasanya seperti ini: “eh, ternyata kamu dulurku toh, eh, ternyata orang itu keluarga saya toh? eh, ternyata orang itu satu keturunan dengan mbah Ibrahim toh, dan eh, eh, eh yang lain”.

35 Comments

Komen dong!