Akhirnya si ndop kopdar juga!!!

SESI PERTAMA

Dahulu kala a.k.a duwapuluh sembilan agustus 2008 yang lalu, kami berlima atas nama ndop, anang, bodrex, dior dan ajis meluncur menggelinding di atas roda-roda yang berputar! halah! biyasa ae postingane ndop, ga usah sok puwitis! Kami berlima akan mengikuti Seminar Blogger bertema Sambal Tulisan dalam Sepiring Blog. Acara diadakan pada 30 Agustus 2008. Lha karena kami-kami ndak mau hanya datang ‘mak nyuk’. Maka kami pun berangkat malamnya sebelum acara dimulai.

Ngeeeng…. motor-motor kami pun melesat kencang di antara motor-motor dan mobil-mobil yang lain. Meliyuk-liyuk di antara mobil-mobil dan motor-motor. Ngepot-ngepot, ngerim-ngerim, tanpa kenal ampun. Sementara saya yang terlanjur trauma naik motor hanya bisa komat-kamit di belakang sopir saya. Sholawat demi sholawat saya ucapkan sepanjang jalan sambil sesekali memegang pundaknya sopir kalau sedang ngerim mendadak. Diikuti detak jantung yang menjedak-jeduk gak keruan… woow… melebihi serunya naik kicir-kicir di dufan!

Setelah sampai di UB. Kami berlima mbambung sebentar. Lalu sang kyai pun datang menjemput. Mengantarkan kami menuju guest house Unibraw. Kami langsung disambut artis-artis blogger macam mas Enda Nasution dan Budi putra (sori, yang lain lupa namanya, :pukul: ). Waah.. tubuh saya gemetaran pas diajak salaman. Kikuk begeto lah. Mana saya hanya pake sandal jepit lagi. Huwaddoh!! :doh:

Langsyung lah kami diajak berwaifian di bunderan UB tepatnya di depan rektorat. Tak lupa kami berfoto-foto ria sebagai perwujudan kenarsisan sejati yang kami miliki!! jeprat-jepret, cekelak-cekelik, yah, akhirnya jadi juga fotonya.. taraaa…

kopdar di bunderan depan rektorat Unibraw

dari kiri ke kanan trus bawah:
anang, ajis, ndop, dior, bodrex

Setelah itu saya ndak ikutan nimbrung dengan mereka semua, soalnya saya malah keliling-keliling UB bersama sepupu saya.. weee…. kuliah di UB ternyata suejuk loo… kampusnya juga asri adem ayem.. Lalu saya di ajak ke kosannya sepupu saya. Kosannya juga huwenak lo.. tepat mepet di sebelah kosannya sepupu saya adalah kosan cewek. Naik ke atas genteng, jujukannya juga kosan cewek. Naik ke lante duwa, tinggal menengok ke kiri, sudah kosannya cewek lagi.. wekekeke… :oops: . Cuman, memang agak kumuh sih. Jalannya aja cuma selebar semeter lebih dikit.

Setelah saya kembali ke habitat perkopdaran. Ternyata e ternyata, kami semua di ajak ngopi-ngopi di kedai kopi. Lagi-lagi mendukung perwaifian. Yah, saya lagi-lagi ndomblong aja. Untuk meredam kendomblongan saya, saya pun mengubrul dengan rekan-rekan yang baru saya kenal tadi sore..

mereka adalah:

ndop

Iyyak, saya sendiri. Si frenavit putra aliyas bodrex terheran-heran melihat saya untuk yang pertama kalinya. Lah, menurut diya, saya ini gendut. Karena dia ndak pernah ncekelik biografi saya sih. Jadinya salah paham.

Diya hanya melihat pada boneka geyal-geyol saya di saidbar saya itu dan langsyung mengira kalo saya gendut. padahal? ya berbalik seratus delapan puluh durajat! wekekeke…

anang

Kemudian Anang. Siapa yang ndak tahu anang ngacung? (ngacungnya pakek telunjuk lo, jangan pakek yang lain!), iyyak, pemilik belog anangku dak belogsepot dak kom ini kalo nyopir sepeda motor sangat ahli. Dengan jurus matematikanya, dia bisa memerkirakan kapan musti ngerim, kapan musti ngegas! Saya yang berada di boncengannya akhirnya bisa bertolah-toleh ria melihat toko-toko, gedung-gedung, gunung-gunung (gunung beneran, bukan gunung yang lain!) di Malang setelah tahu kalau perhitungan ngerim-ngegas Anang selalu tepat.

bodrex Hennah, mas yang satu ini, pas saya ke kosannya di nggebang, ndak mengira sama sekali kalo diya pemilik belog frenavit putera dak belogsepot dak kom.

“Woo… frenavit, sing tau kesasar di belogku toh, Aku ndop, ndop dak ko dak sisi..” sapa saya.
“Hahaha.. Wo, ndop! iyo, ngerti aku.. Sampeyan yo tahu nyasar nang blogku toh, Mas?” katanya.
“Hahaha….” kita berduwa pun berhohohihe ria… hahahaha…

ajis

Hennah, manusia yang satu ini bener-bener masih asing bagi saya. Lawong diya ternyata manusia baik-baik, jadi ya masuk akal kalo diya ndak pernah nyasar di belogku. Hiyak, pemilik belog cist hauz dak belogsepot dak kom ini tulisan di belognya memang seriyus-seriyus dan berbobot. Sangat bertolak belakang dengan penampilannya yang anak band getoh!. Rambutnya aja dikriwil-kriwil ndak jelas tapi ya tetep pantes-pantes aja. Baju-bajunya juga bermerek. Barang-barang distro getolooh…. Ayuh, jiz, jak en aku ngeband bareng.. wekekeke…

diorHennah, mahkeluk yang satu ini sangat unik adanya. Lha saya yang sudah pede dengan tubuh tinggi semampai ini, ternyata masih ada yang melebihi tinggi badan saya lo… yaitu si Dior. Pemilik belog dio rock aut dak belogsepot dak kom ini memiliki tinggi seratus delapan puluh limaan sentimeter! Wow, saya kalah sepuluh senti broo… Saya aja sampai ndangak kalo mo ngeliat rambutnya..

Manusia satu ini orangnya sama kocaknya dengan kedua trio STIKOM lainnya (bodrex dan ajis). Cuman diya sebagai pengumpan lawakan, aliyas yang pertama kali munculin ide lawakan. Lalu temannya yang lain termasuk saya baru nambah-nambahin biyar tambah seru. Wekekeke….

********

Hennah, gara-gara para mahkeluk-mahkeluk di atas, saya pun jadi ndak bisa tidur semalaman. Walaupun mata saya terpejam, walaupun tubuh saya terkulai, namun otak saya masih berfungsi dan masih mengreken setiyap omongan yang ternyata masuk kuwalifikasi lucu saya… hahaha… Jam setengah empat pagi saya baru bisa tidur dan terbangun jam setengah lima. Bayangkan betapa kurang tidurnya saya waktu itu.

Alasan lain, namanya aja kopi darat. kami semuwa tidak lepas dari yang namanya kopi. Jadinya, mata ini memang sulit terpejam walau tubuh meraung-raung minta ngistirongat.

Hennah, pas kita-kita masih pada beres-beres badan, tiba-tiba ada mahkeluk gedhe nan medeni koyok reyog ponorogo.. diyalah…

dionDion. Pemilik belog dan website masing-masing bernama deteksi dak info dan istana hosting dak kom ini tiba-tiba mak bedunduk jerantal bengok-bengok dengan suwaranya yang gedhe menggelegar. Saya yang tiduran di kasur pun langsung mengenalinya. Diya juga langsung mengenali saya. Maklum kita berduwa ini sama-sama terkenal. Lak iya to det? Mbok ya iya aja

Maklum lah, wajah diya itu sudah melanglang buwana di kampusnya ITS. Maklum lagi, diya khan sering ngemsi-ngemsi geto. Lah, saya kebetulan suka ngeliyat konser-konser miyuzik geto. Makanya jadi pernah liyat wajahnya.

Akhirnya acara pun dimulai.. mata saya pun sudah saya bujuk untuk tidak terpejam pas seminar nanti. Mata saya menyetujui tapi dengan syarat. Syaratnya adalah musti ada waktu balas dendam aliyas utang tidur harus dibayar tidur. Oke-oke.. saya pun menyetujuinya…

Namun, saya ndak bisa membujuk mulut saya untuk makan. Walhasil, gara-gara kurang tidur, si lidah ini ndak doyan makan. Walhasil, makan saya lemot sekali. Yaudah, tak delep-delepkan aja makanannya pokoknya ketelen!

Seminar pun dimulai…
dengan menenteng tas kertas berisi kopi singa, perdana 3, dan setiker, kami peserta seminar masuk ke ruangan bernama Hall inkubator bisnis UB. Kami sepakat dari awal untuk duduk di depan sendiri. Yah, ternyata pas, sodara-sodara. Bangku depan masih kosong satu sap. Kami pun langsyung bergerudukan duduk di depan. Walo duduk di depan, kami lebih banyak ndak ngerewesnya. Soalnya asyik dulinan kamera dan hengfoun.. wekekeke…

pesertanya buanyak lo… ini buktinya…

peserta Seminar Blogger UB

saking penuhnya, sampai-sampai ada yang berdiri lo..
lha itu si fotografer yang motret foto ini, ngapain dia berdiri? wekeke…

Mas enda nasution membahas tentang sejarah belog di Endonesia. Sedangkan Mas Budi putra membahas tentang ngeblog yang baik itu bagaimana. Selengkapnya bisa dibaca di belognya anang! atau belognya bodrex!

enda nasution dan budi putera

Enda Nasution dan Budi Putra

siwi

Di akhir acara, tiba-tiba mak timik-timik, munculan sebuah mahkeluk kecil nan mungil bundar lucu dan imut (upah pujian tolong ditransper ke rekening saya ya.. wekekeke…) bernama Suwiwi. Pemilik belog bernama ce ha i we dak wetpres dak kom ini memang wakil dari tugu pahlawan dak kom untuk berbicara di depan untuk sekedar perkenalan dan berhohohihe riya. hehehe…

Huwalah, saya langsyung mengenali diya. Diya juga langsyung mengenali saya. Lha kok bisa? Ya itu hebatnya ngeblog dibanding ferensteran! ndak usah dijelaskan panjang lebar, semua sudah tahu kalo ngeblog lebih bergengsi daripada frensteran.. wekeke…

Iyaaah.. sehabis seminar, sehabis bagi-bagi hadiyah, sehabis saya ndak dapat hadiyah, kami pun makan-makan. Karena mulut saya sedang ndak enak makan, walhasil nasinya pun ndak saya makan. Maklum lidah saya tiba-tiba berubah manja begeto, ndak tahu kenapa. Dia hanya mau makan ayam, mie dan minum kopi susu dowang.

Woke, saatnya foto-foto lagi.. ini diya fotonya…

Foto bersama pembicara

walah, itu Mas enda lagi ngapain ya?
kok ngeden begeto?
ooo.. saya tahu, pasti mas enda lagi jijik berdekatan dengan saya.. wekekeke…
eh, apa jangan-jangan jijik sama siwi?
waah.. ndak tahu saya, mending tanya sama mas Endanya langsyung aja… wekekeke…

Walah, ndak hanya berenti di situ saja kenarsisan kami, pas mo pulang aja, kami macet di celondakan gedung. dan berjepret-jepret riya lagi…

foto-foto di tangga gedung

hiyah, sudah cukup sampai disitu kenarsisan kami. Mengingat kalau diteruskan akan berdampak buruk pada perut pembaca semuwa. wekeke… :muntah:

SESI KEDUWA

Dan saya pun ikutan kopdar lagi. Kali ini ndak perlu jawuh-jawuh ke luwar kota. Cukup di Wapo saja. Di mana itu Wapo? haalaaah.. ternyata di depan fotokopi uner itu toh. Uner kampus Be. Weladalah, saya ini ndak pernah ke Wapo. Pertama kali ke Wapo kok ya pas kopdar, waah.. seru bangeeet!!!

Iyyak, buka bersama anak Tugu Pahlawan Dak kom di Wapo memang seru banget. Pesertanya banyak. Konon katanya tiga puluh biji. Dan konon, melebihi target yang diperkirakan. Dan konon lagi, panitiyanya berhasil. Masa sih panitiyanya berhasil? apa ndak karena saya ada di situ, trus acaranya jadi rame dan banyak yang datang? :pukul:

Yaoloo… nasi gorengnya itu loh.. sak ambreg!! Porsi dua orang Tukang becak. Saya ndak kehabisan akal, daripada ndak habis dan mubadzir, langsung saya minta nasinya dibungkus.

BintangDi sana, saya sempet ngobrol-ngobrol dengan dik Bintang. Pemilik belog bernama Maz bintang dak wetpres dak kom itu ternyata sesuwai dengan foto-fotonya di belognya. Makanya saya langsung mengenali. Waaah… saya musti ngeset bahasa saya dengan bahasa Endonesa. Maklum Dik Bintang ini ndak begeto fasih berbahasa Jawa. Walhasil, saya mikir berkali-kali untuk menransleit bahasa jawa di otak saya.
Sori ya dik, otak saya benwidthnya kecil, mengobrol dengan kamu perlu benwidth yang gedhe.. wekekeke…

Waah.. sudah jelas yang namanya beloger, ndak lengkap tanpa foto dan bernarsis-narsis riya.. sudah ndak sabar mo ngeliyat fotonya? n o o h….

buka bersama di Wapo bersama ank Tugupahlawan.com

Ndoop, ndak ada foto yang lain ape,
kok fotonya sama dengan yang diposting belog yang lain?
Yee, perhatikan pencahayaannya dong bero,
sudah saya terangkan pakek sotoshop,
warnanya juga sudah saya atur biyar masuk kuwalifikasi di belog saya.
wekekeke…

yang juga nulis tentang buka bareng: Arul, TPC, Mazbintang, …

53 Comments

Komen dong!