MANUSIA itu menurutku…

Hehhe… sori ya, postingan yang ini nggak ada lucu-lucunya sama sekali… jadi nggak perlu persiapan senam mulut buat ketawa..

Si ndop lagi serius nih.. agak-agak berbau filsafat nih..
Manusia..

Ketika manusia lahir, dia itu masih satu jiwa dan raga. Seiring dengan bertambahnya umur, manusia mengalami penurunan jiwa dan raga. Besar kecilnya penurunan jumlah jiwa dan raga itu tergantung pada lingkungan sekitarnya pada saat tumbuh dan berkembang. Semakin lama, satu jiwa dan raga itu berkurang menjadi 99 per 100 jiwa, 97 perseratus jiwa,… dan seterusnya sampai pada suatu masa, ketika umurnya menginjak kira-kira seperempat umur matinya, manusia akan merasa jiwa dan raganya tinggal separuh..

Manusia itu terdiri dari laki-laki dan wanita. Mereka juga mengalami peristiwa yang sama. Yaitu penurunan jiwa dan raga. Anehnya, laki-laki dan wanita saling melengkapi porsi kekurangan jiwa dan raga itu.. tiap laki-laki dan perempuan mempunyai pecahan yang unik ketika mengalami pengurangan jiwa dan raga. Dan ketika sang laki-laki mempunyai porsi jiwa dan raga tinggal separuh sekian.. mereka membutuhkan porsi jiwa dan raga dari seorang wanita agar menjadi satu jiwa dan raga yang utuh. Makanya mereka saling mencari dan mencari kekurangan jiwanya..

Adakalanya, laki-laki dan perempuan tidak mengerti apakah kekurang jiwa dan raganya itu akan dilengkapi oleh seorang yang berada di hadapannya. Oleh karena itu, mereka mencoba mencocokkan kekurangan masing-masing.. kalau memang ternyata saling melengkapi satu sama lain, dengan kata lain mereka merasa menjadi satu jiwa dan raga, mereka akan melangsungkan pernikahan..

Manusia adalah

image designed by: ndöp™

Adakalanya pernikahan itu kandas di tengah jalan, karena mereka menyadari bahwa satu sama lain tidak saling melengkapi. Mungkin laki-laki berkurang jiwanya 54 perseratus, sedangkan si wanita 50 perseratus. Jadi kalau dijumlahkan, mereka kelebihan jiwa dan raga sebesar 4 perseratus.. mereka tidak cocok.

Angka pecahan itu tidak akan selalu menurun, bisa juga naik, walau trendnya akan stasioner di angka separuh. Sehingga mereka yang bisa melengkapi satu sama lain adalah mereka yang saling memahami dan mengerti akan kebutuhan masing-masing, sehingga tetap bisa mempertahankan kesatuan jiwa dan raganya.

Itu saja kali yang bisa saya tulis…

Tulisan di atas bener-bener murni pikiran saya sendiri. Dengan menganalisa dengan keadaan sekitar. Dan menyimpulkan sesuai dengan kemampuan otak ini berputar. Semoga bisa dipahami…

Terimakasih…

*ke belakang dulu, cari wastafel… dari tadi ngempet mau muntah…*

19 Comments

Komen dong!