SELAMA BERMEDITASI…

Jum’at, 29 Februari 2008

Karena didera stress tingkat tinggi, si Ndop pun meluncur meninggalkan Surabaya… yaah.. payah lu Ndop, baru beberapa minggu sudah mutung lagi.. percuma dong, postingan yang itu…

Perjalanan menuju Tulungagung biasa-biasa aja, Cuma sedikit risih gara-gara berdekatan dengan si anak hiperaktif, cewek, 4 tahun (mau lima katanya). Di dalam kereta Dhoho itu, pastinya semua pada keringetan.

Hnah, si cewek manis superaktif itu, yang juga ikut keringetan, malah dengan santenya berjingkrak-jingkrak di kursi empuk ijo tua itu. Sekarang ada di sebelahku mepet, lengan kanannya yang telanjang menyentuh lengan kiriku yang hanya dibungkus kaos.

Dua detik kemudian lengannya dengan sukses menggesek lenganku, dia sekarang berada di depan ibunya sambil mangap. Setelah nasi plus mie plus sambel goreng tempe itu setengah terkunyah, dia kembali lagi bersarang di sebelahku sambil nyolot. “brek”, “ksek”, lenganku tergesek lagi.. dua detik kemudian, dia berdiri di sampingku lonjak-lonjak dengan cerianya, menyanyi, mengintip anak seusianya di belakang kursi.

Empat detik kemudian, “brek”. Lenganku pun tergesek lagi oleh lengannya yang kali ini terasa pliket alias agak lengket. Dia duduk. Dengan asyiknya dia menggoyang-goyangkan tubuhnya ke kiri-ke kanan yang membuat lenganku tersentuh lengannya berkali-kali. “puk”, “puk”,…

Tiba-tiba “plok”, paha kiriku dipegangnya, aku senyum aja, walau agak ngedumel di ati. Dia turun dari kursi sambil nyolot. Sejenak kemudian, mulutnya mangap lagi. Paha kiriku dipegangnya lagi. Nyolot ke kursi. Berdiri. Berjoget. Njaragi cowok kecil di belakang kursi. Cowok kecil menangis. Cewek hiperaktif itu tertawa.

Sudah tak kuat menahan kerisihan ini, apalagi lengan kiriku sudah meraung-raung pingin bebas dari sentuhan, akhirnya aku membungkus lengan kiriku dengan jaket. Lengan kiri saja. Hnah, dengan begini sekarang sudah agak mendingan…

Satu stasiun lagi, Jombang. Paknya yang ada di depanku berdiri dan aku siap-siap menduduki tempatnya. Iyyesss!!! Akhirnya aku terbebas sepenuhnya dari sentuhan berfrekuensi tinggi itu…

Kediri terlewati… ada mbak-mbak yang pindah tempat di kursi seberangku. Nyerocos pake bahasa trenggalek.. orangnya putih, bersih, manis.. dia ngobrol dengan TIDAK GENGSI memakai bahasa Jawa kulonan. Mendengarnya aku sangat suka. Sumpah. Menyenangkan mendengar gadis cantik berbahasa Jawa dengan santenya tanpa takut kehilangan status sosialnya.

Berbeda dengan orang di sebelahku. Paknya malah mengajakku berbahasa Indonesia. Padahal setelah aku tanya asalnya, ealah Tulungagung. Ndeso pisan.

Yo langsung tak netralisir. Tak jak ngomong boso kromo. Dee malah koyoknya kebingungan njawab… weleh-weleh.. bagaimana ini, yang tua kok malah ndak jago kromo…

Jam sembilan lewat tiga puluh menit kereta sampai Sumbergempol. Sebuah kecamatan di Tulungagung. Aku turun. Menghirup udara segar dingin dalam-dalam. Tengok sana-tengok sini, eh, sudah datang jemputannya. WEENG…. meluncur ke Sumberdadi.. tempat bude, paklek, tinggal.

Semua pintu sudah ditutup. Budeku bangun dari tidurnya. Kayaknya belum tidur-tidur amat. Membukakan pintu. Aku cium tangannya. Masuk kamarku (kamar kosong buat tamu). Salin, dsb. Kemudian ngobrol dengan sepupuku. Dia sedang cetingan pakek K300i. Waah.. nyilih dong!

Aku pun donlod ymtiny, tapi gagal. Akhirnya donlod opera mini. Berhasil setelah beberapa kali nyoba. Yup, langsung menuju ke TKP. Eh, ada kommen nongkrong…

Selesai berblogging ria langsung tidur dengan sangat pulasnya….

Sabtu, 30 Februari, eh, 1 Maret deng…

Masak-masak.. umbah-umbah.. makan-makan… nonton tipi… ketiduran… bangun, mandi, menuju rumah bulek soalnya di sana ada kompinya. Langsung ngetik2, ngorel2, ngobrol2 juga, makan biskuit, makan nasi telor plus jangan kates pedas, mantab! Kekenyangan, pulang ke bude. (hehehe.. tradisinya kan gitu, kalao blum dikasih makan nggak pulang-pulang…)

Blogging lagi, frenstering, googling,… sampai jam tiga pagi…

Minggu, 31 Februari, eh salah lagi, 2 Maret maksudnya!

Mbangkong… sudah jam enam lebeh.. menunaikan kewajiban.. tidur lagi… bangun-bangun sudah nyepak lele + lalapan di meja… mmm… yammii….
Makan sambil nonton tipi… blogging, gugling, frenstering… (yaoloo.. nggak bisa ya Ndop, nggak ngenet sehari aja?!)

Senin, 3 Maret duaribu delapan

Hujan pagi-pagi buta… tidur lagi..

—mlungker—-

Bangun, meluncur ngontel ngelihat jadwal kereta api di stasiun.. dan aku pun lupa satu hal penting! Selama dua hari kepungkur, aku belum salaman sama budeku satunya.. ya amplop.. “plak” tak keplak batukku…

Berati pulang besok aja.. hari ini spesial berkunjung ke bude satunya…
Agak sungkan.. rumahnya bersih.. orangnya perfeksionis… jadi mekewuh…

Ditraktir bakso, dikasih blimbing Blitar…

Selasa, 4 Maret

Pagi-pagi…

eh, ini hari terakhirku bermeditasi, musti diakhiri dengan baik.

Kusambar sapu. Kusapu semua…
Hnah, kalau bersih begini khan lebih enak, bisa ndlamak.

Aku kangen empithriku..
Kupilih lagunya mbak Bjork tercintah. Satu album “Homogenic” kuputar… dan aku pun takjub! WAOW!!

Di daerah sesepi ini, mendengarkan empithri serasa bersaund sistem super canggih.. detil2nya kedengeran.. apalagi lagu yang kuputar adalah Mbak Bjork yang notabene hardly listening..

”Hunter” berkumandang.. aku serasa dibawa ke medan perang…
“Joga” berkumandang.. aku serasa dibawa ke dunia dongeng… yang di sekitarku terdapat banyak gunung berapi yang meledak-ledak…
“Unravel” membawaku ke alam hitam… tubuhku berubah sangat lembut.. bercahaya… berkilauan… sangat indah…
“Bachelorette” mengaduk-aduk emosiku…
“All Neon Like” menerbangkanku melayang-layang di luar angkasa tanpa batas… di sekiraku berkilauan bintang-bintang bercahaya berkilauan…
“5 years” juga mengaduk-aduk emosiku…
“Immature” membelai-belaiku dengan sangat kuat..
“Alarm call” menshake-shake kepalaku…
“Pluto” meledakkan emosiku…
“All Is Full Of Love” membawaku ke dunia luar yang sangat damai, nyaman tentram…

Pingin denger juga?? Atau pingin nambah koleksi?? Cobain Bjork deh, sumpah dijamin bagus, kalau paham betul seninya musik!! Untuk pemula, bjork akan terdengar seperti nggak ada nadanya.

Itu wajar. Pertama aku dengar “It’s in our hands”, aku langsung ndomblong.. musik apaan?? Tapi dengan ekspresi sumringah… dan kalau bisa dituliskan dengan huruf, mungkin ekspresi itu tertulis “WAOW!!”

Donlod aja di MP. Nih linknya. Panduan download di multiply, klik di sini.

Untuk pemula, coba album “Homogenic”. Ati-ati lo, kalau sudah suka, nyandu bos! Nggak bisa berenti nyari koleksi2 selanjutnya.. oiya, aku dengan sangat terbuka meminjamkan empat giga koleksi Bjorkku kalau u memang ternyata seneng…

beberapa menit kemudian…

tiba-tiba…
Aku pun terjatuh dari luar angkasa ke bumi tempatku berpijak…
“bleg”.. kedua telapak tanganku menempel di lantai bersama dengkul kiri, telapak kaki kiri dan telapak kaki kanan.
“Makluk Tuhan Paling Seksi”-nya Mulan Jameela melemparkanku kembali ke bumi.. menetralkanku dari buaian musik angkasa luar maha magicnya mbak Bjork..

Dan kepalaku pun manggut-manggut sambil sesekali ikut bernyanyi… “otakmu seksi, itu terbukti, dari caramu, memikirkan aku… bla-bla-bla…”

Pet!!

Batrenya habis….

Aku masih menyisakan bait-bait sisa lagu. Dan karena tidak ada musik yang mengiringi, suaraku pun menggema di kesunyian itu…

O’o… akhirnya aku pun malu-malu sendiri.. pantesan tadi orang yang lewat di depan rumah ini ngeliat-liat gue gitu.. sambil terheran-heran.. mungkin dia berfikir begini, “eh, si Ndop kae lagi nyapo to? Kok ketoke umak-umik, tapi kok sirahe manggut-manggut, mosok nyanyi.
Nek nyanyi, nyanyi lagu opooo.. loh.. kok gak jelas… paling obate wis entek… woalah le..le.. makane gak usah sekolah duwur-duwur to le..le.. marahi stress.. “

Tapi aku cuek..
Yang penting suaraku nggak fals..
Kemudian nggoreng ndok pitik jowo (telur ayam kampung, red.)
maklum di desa, telurnya gratisan, tinggal ngambil di kandangnya langsung. makanya jangan protes kalau ada sisa-sisa “te a satu”nya..

“petok-petok-petok.. ” Ada ayam ucul…
siap menggusah.. hsssh…. hshhh… hshhhaah!!!!

Pasangan ayam jago dan babon itu pun lari tunggang langgang berkeliaran ke sana ke mari.. bolak-balik mencari jalan keluar..
woalaah tiik, tiik, mosok ngerti dalan mlebu tapi gak ngerti dalan metu…
dasar ayam goblok!!

Waduh, aku terlambat menggusahnya…
tai lencung sudah berjibratan di mana-mana…

+++++

aku meninggalkan tempat meditasiku..
walau belum tenang-tenang amat, aku musti kembali ke esbeye.

Gak enak sama bude…

Sejenak aku tadi berfikir
betapa besar kebodohanku selama ini
menghamburkan uang ortu buat sesuatu yang gak ada hasilnya malah justru membuat masalah baru…
Stress..
Minggat dari rumah..
Membuat ibu menangis gara-gara anaknya nggak mau melanjutkan kuliahnya yang tinggal secuil..

Dan dalam penyesalan itu..
Aku jadi teringat bapak…
Dulu aku anak kesayangannya
Beliau sangat baik padaku

Apa yang kuperbuat sekarang ini benar-benar membuat mereka marah
Aku merasa bersalah sekali..

Dadaku sesak
Kepalaku memanas
Tak terasa air mata menggenangi kelopak bawah mataku
Dan hujan pun turun..
Seolah-olah mengerti perasaanku saat itu..

Kutarik nafas panjang..
Kubiarkan air mata menggenangi..
Tapi aku mencoba tersenyum..

Hujan telah reda
Seiring dengan keringnya air mataku..

kereta melaju dengan kencangnya…

Trauma sayang..
Kenapa kamu sungguh-sungguh mencintaiku
Menghiasi hari-hariku
Membunuh potensiku, kreatifitasku..

Wahay semangat..
Di mana engkau berada
Sudah lama aku tidak menemuimu
Sudah tiadakah kamu?
Atau masih bermeditasi di tempat yang sangat jauh?
Cepat pulang semangat..
Aku sangat membutuhkanmu

oleh: ndop

Hihihi…. puisi opooo…. kuwi…

4 Comments

Komen dong!