Mereka yang Menghargai Karyaku

(DITUNGGU IMBALANNYA!!! hehehe… )

Berawal dari “terpaksa” belajar Corel Draw, aku pun jadi ketagihan. Malah kadang menomorduakan “software sapujagat” Photoshop. Gimana ya, corel itu bener-bener nggak bikin ribet kalau urusan gambar-menggambar. Kalau urusan ngedit2 photo sih photoshop masih juara (menurutku).

Pada suatu ketika, muncul era vektor-vektoran. Semua pada keranjingan untuk mem-vektorkan photo bitmab. Sehingga jadi terkesan kartun. Padahal kalau menurutku, bukan dikartunkan, tapi divektorkan.

Menurut sepengetahuan saya, gambar vektor itu kalau diolor-olor nggak pecah. Karena itu, solusi agar gambar abadi untuk semua ukuran adalah dengan dikonversi menjadi vektor. Contoh yang amat sangat terkenal adalah loggo. Loggo instansi, sekolahan, yayasan, dll menurut saya sangat amat wajib untuk divektorkan. Karena loggo kan sering dipakek buat baliho, spanduk, dll yang notabene ukurannya super duper gedhe. Nggak bisa mbayangin kalau gambar bitmap ukuran 100 x 100 pixel dengan resolusi 72 pixels/inchi diolor-olor sampai ukuran semeter, pasti pecah!!

Karena alasan sederhana di atas aku pun dengan terpaksa belajar corel draw. Karena dari dulu, aku males banget ama corel, soalnya melihat tampilan lembar kerjanya saja males banget, kurang menarik. Terlalu simpel. Tapi lama-lama semakin mempelajari aku semakin kecantol. Sampai-sampai, urusan ketik-mengetik, yang biasanya dipegang MS Word, aku mending milih corel. Mungkin karena otak ini sangat memerlukan keleluasaan dan kedinamisan. So, corel is the best for that.

Hnnah!! Karena iseng-iseng nampilin hasil vektor photo2 narsisku di friendster, eh, ada juga yang memuji. Moga-moga aja mujinya tulus, hehehe… setelah ada yang memuji, beberapa hari kemudian ada yang mesen. Yang namanya pesen, berarti? Nah, kalau saya beda. Soalnya aku gratiskan. Soalnya dulu emang tangan ini nggak bisa berenti berkarya (wuih sombongnya!). Tiap ari, mata ini “disiksa” untuk melototin monitor, saraf telapak tangan kanan ini “disetrum” 8 jam sehari buat ngutek-ngutek gambar. Karena emang masih pakek mouse optik yang katanya bisa merusak saraf telapak tangan.

Sudah-sudah-sudah…
(Dasar nggak bisa nulis singkat), langsung saja…

Inilah mereka-mereka yang berhasil merayuku untuk membuatkan vektor photonya…
1. Anang

Sopo sing gak kenal Anang?? Dia lo, mesen gambar vektor ke saya. Lha saya ini siapa? Ndak tahu aku.. betapa tersanjungnya aku… ditunggu Nang… imbalannya! (becanda kok… hehehe… biar Yang Kuasa Yang Membalas)

2. Anin

Temen sekelas kuliah saya yang juga sandaran hatinya mas Anang… dee meri pingin digawekno juga… hehehe…

3. Muklason

Temen kuliah juga tapi lain jurusan… dia fans berat saya. Saya juga ngefan sama dia.. loh??

4. adiknya muklason

kalau yang ini sudah pasti gara-gara meri sama kakaknya….

5. Dina

Ini temennya atau entah “siapa”nya muklason….

6. Dwi

Ini juga temennya muklason atau entah “siapa”nya juga… hehehe…

alhasil, Muklason telah berhasil membujuk saya untuk membuatkan totally 4 gambar… hebat lu Son, resepnya apa? Mau dong???

7. Om Agus (o-om)

Dokter spesialis blogging ini juga sempet mesen. Awalnya kita YM-an malem-malem buta, trus dia nanya gimana cara buat vektor, pakai software apa. Trus tak jawab nggak pakek software, tapi manual. Dia langsung aja mesen. Hehehe… tapi bohong!! sebenarnya aku yang nawari… numpang tenar!! Xixixi…. [Bos, makasih sudah diposting di o-om.com —baca postingannya— ]

Buat semua yang sudah aku buatkan, aku doakan semoga kalian sukses selalu. Do’akan aku juga ya… baca deh obsesiku di tahun 2008, doakan terkabul!! Amiin…. Yang sedang baca postingan ini juga boleh kok mendo’akan…

Berdoa dimulai…..

32 Comments

Komen dong!