DANGDUT KOPLO

“SELAMAT MALAM SEMUANYA!!!! LAGU INI KUSPESIALKAN BUAT YANG ADA DI SINI..” Suara endel penyanyi kampung muncul. Merayu banget. Sangat mendayu-dayu. Lalu dia mengeluarkan jurus andalannya, goyangan pinggang berputar-putar pelan-pelan dan konstan. Mukanya senyum-senyum innocence. Pakaiannya norak banget. Bedaknya tebal. Celananya ketat. Di belakangnya, para pemain musik sangat bertolak belakang dengan keglamoran penyanyinya. Mereka yang main musik, nggak memperhatikan penampilan sama sekali. Pakaian seadanya. Pakek rompi. Kaca mata hitam. Hahahaha… super duper katrok!

Lalu kadang-kadang di tengah lagu, penonton pun naik ke panggung. Njoget-njoget. Tangan digenggam, diputer-puter ke atas ke bawah, kaki melangkah ke depan ke belakang seiring irama gendang, kadang-kadang juga nggak seiring. Kepalanya agak diangkat ke atas kadang juga nunduk, matanya merem melek. Asoi…geboi…!!!!

Lalu setelah beberapa lagu selesai, tiba-tiba si MC ngomong, “SATU NADA TANPA KATA, SALAM UKHUWAH ISLAMIYAH UNTUK KANDA, DAN SALAM DANGDUT DARI KAMI, PA..LA…PA…!!!!” hahaha… dan lagu Bintang Pentasnya Dewi Persik pun dilantunkan. Banyak nada yang meleset. Kayaknya si penyanyi kelelahan. Mungkin karena banyak job. Jadi jarang latihan. Fisik juga kurang fit.

Lalu setelah beberapa lagu selesai lagi, tiba-tiba MC nyeletuk lagi, “Ditemukan sebuah dompet, ada dua katepe di dalamnya, bagi yang merasa kehilangan, bisa menghubungi panitia..” lho, kok ada berita kehilangan segala… aneh! Dan lagu separuh nafas yang diobrak-abrik aransemennya pun dinyanyikan. Wuih, suara penyanyinya dahsyat banget. Tapi tetep pich control banyak meleset. Lalu ada juga lagu Bento nya Iwan Fals yang dinyanyikan oleh cewek juga. Nggak pas banget dengan liriknya yang bilang “namaku bento” sementara penyanyinya cewek.

Trus, tiba-tiba, “APA KABAR DULUR…!!! LAGU INI AKU PERSEMBAHKAN UNTUK ANANDA YANG SEDANG DIKHITAN, SEMOGA MENJADI ANAK YANG SOLEH, BERBAKTI PADA ORANG TUA, NEGARA SERTA AGAMA.” Nah lo, apalagi tuh… ternyata ada acara sunatan segala. Kok nggak diedit sih… konyol!. Dan kemudian lagu Rhoma Irama dinyanyikan oleh bapak itu. Suaranya lebih bagus dari penyanyi cewek di awal-awal.

Demikianlah kira-kira gambaran singkat (panjang Ndop…) mengenai VCD berwarna orange bertitle PALAPA itu. Konyol banget. Tapi kadang-kadang memang menghibur. Namun nggak untuk sekarang ini, soalnya aku terbangun gara-gara aransemen kurang berkualitas itu. Aduuh.. tubuhku lagi capek. Ternyata menganggur capek juga ya.. dan aku makin uring-uringan ketika mendengarkan dangdut koplo di saat aku lagi ngantuk berat seperti ini. Alhasil aku pun bergegas langsung mematikan VCD playernya. Dan aku pun kembali tidur. Beberapa detik kemudian, nyala lagi VCD nya.

Aduuuh… aku sangat terganggu. Sambil merem, aku bengok-bengok ke Pipi, “Piiiii…. wis to, Piii…!!!”. Tapi dia nggak dengar. Aku pun beranjak dari tempat tidur dan mematikannya lagi. Pipi pun segala menyalakannya lagi. Waktu tidurku jadi terganggu. Kututup kupingku, tetep kedengaran. Huh, aku sudah tak tahan lagi… aku pun keluar dari kamar menuju dapur. Di sana masih kedengaran. Dadaku pun terasa sesak menahan irama upbeat berantakan itu. Lalu, aku berdo’a kepada-Nya supaya diberi kekuatan. Dengan berlari sambil menutup kuping, aku menuju ke teras depan rumah. Suara pun masih terdengar tapi tiba-tiba mati. Akhirnya…godaan syaiton itu ilang juga. Aku pun menghela nafas panjang. Lega banget. Sesak ini berkurang. Lalu aku mencoba memejamkan mata lagi. Tapi nggak bisa, ternyata aku memang sudah nggak ngantuk banget. Hebat juga si dangdut koplo, manjur juga buat obat ngantuk. Kopiko kayaknya lewat deh.

Si Pipi memasukkan VCD orange itu ke dalam kresek putih bersama puluhan VCD koplo lainnya. Waah… kayaknya perjuanganku belum berakhir….

17 Comments

Komen dong!