ARE WE DONE YET?


Barusan nonton “Are We Done Yet?”. Bukan barusan lagi sebenarnya, tapi sudah kutonton 3 kali pun kayaknya kok seperti baru nonton. Everything’s like new when I watch it again and again.

Filmnya sangat bagus. Pastinya dong, nggak mungkin aku sampai rela menontonnya berkali-kali (at least sudah tiga kali, itu pun kutonton sendiri, rencananya mau nonton lagi bareng mas, bareng mbak, bareng ibuk kalau mungkin? Atau bareng kamu??) so, it’s not my last to watch it.

Filmnya dibintangi oleh my biggest rapper idol, ICE CUBE. Karakternya yang sok jagoan, lil bit sensitive dan kurang percaya dengan orang lain, sangat berkebalikan dengan karakter istrinya yang setahun lalu bercerai dengan suaminya. Maksudnya si Nick Persons (ICE CUBE) itu her step husband and their step father. Yup, si Suzanne (Nia Long) itu mempunyai 2 orang anak, Lindsey (Aleisha Allen) dan Kevin (Philip Daniel Bolden), yang supa dupa bandel dan cerdas. Yang membuat Nick kewalahan dengan tingkah laku mereka sehari-hari. Tapi itu juga lah yang membuat Nick akhirnya menikah dengan Suzanne, becoz Nick can Fix them.

Konon, si Suzanne bercerai dengan suaminya yang pertama karena kenakalan anak-anaknya itu. Bayangin aja, masak ayahnya datang menuju pintu rumahnya dengan pakaian jas rapi, ee… tiba-tiba ditimpuki kue tar dari lantai dua oleh dua anaknya sendiri. Betapa bandelnya tuh anak.. itu semua ada di sekuel pertamanya “Are We There Yet?” yang kutonton di tipi. Setelah menonton “Are We There Yet?” aku pun merasa gembira sekali, karena ceritanya selain konyol, juga ada pelajaran hidupnya.. (hehehe… maklum aku memang sedang membutuhkannya). Sehingga saking penasarannya, aku brosing di internet mengenai film itu. Kali aja ada sinopsisnya atau apa kek, posternya kek, dll. ternyata di internet, film itu ada sekuel lanjutannya, yaitu “Are We Done Yet?”… waaah… langsung deh, aku cari persewaan VCD dan alhamdulillah dapet. Aku kopi di harddisk dan kutonton tiap kali aku sedang nganggur.

Setahun setelah menikah, keluarganya tinggal di apartemen Nick yang supa dupa sempit untuk empat orang. Apalagi si Suzanne ternyata hamil kembar. Bisa dibayangkan betapa sempitnya rumahnya nanti. Akhirnya Nick memutuskan untuk pindah ke rumah yang lebih gede tapi murah. Alhasil, Nick yang bekerja sebagai Publisher majalah olahraga (dulu bekerja sebagai pemilik sekaligus pengelola toko peralatan olah raga), mendapatkan ruma gedhe nan murah tentu saja di pedesaan yang jauh dari kota.

Protes datang dari anak-anaknya. Terutama Lindsey yang sudah betah hidup di kota besar. Di mana ada teman-teman, mall, sinyal handphone, cowok, dll tiba-tiba harus tinggal di rumah yang jauh dari itu semua. Sampai-sampai di dalam rumah nggak ada sinyalnya, dan harus keluar menuju halaman rumah untuk mendapat sinyal.

Bukan hanya itu saja, rumah gedhe murah itu ternyata bobrok. Banyak kayunya yang sudah membusuk (dry-rot) dan sangat berbahaya untuk pernafasan. Melihat Kevin yang memang punya asma, Nick pun merelakan untuk diperbaiki saja rumah itu. Sebelumnya, listrik rumah itu pun juga rusak. Perlu 9000 dolar untuk memperbaikinya. Harga perbaikan listrik yang melebihi harga rumah itu sendiri 8000 dolar.

Perbaikan rumah pun dilakukan. Dan karena dry-rot sudah menjalar ke semua bagian rumah akhirnya rumah itu pun harus “dihancurkan” sementara kemudian diganti dengan yang baru. And it takes a long time. Nick jelas marah besar, kenapa dulu Chuck (John C. McGinley) nggak bilang ketika dia memromosikan rumah itu? Akhirnya, Chuck yang juga sebagai kontraktor dimarahi habis-habisan karena telah menipunya dengan menjual rumah itu dengan harga murah. Nick juga pernah hampir dipenjara gara-gara mencuri kabel listrik karena Nick menyuruh tukang listrik murahan yang mangkal di pinggir pertokoan. Kebetulan Chuck juga merangkap jadi Polisi (selain agen rumah dan kontraktor).

Tapi rumah itu memang sangat bernilai. Dengan landscape yang maha indah, suasana sejuk, udara bersih, ada sungai yang sangat jernih di seberang sana, dengan ikan surgeon yang gedhe-gedhe, sehingga kayaknya patut untuk dipertahankan. Nick pada mulanya mau menjual saja rumah itu dan pindah ke mana aja asal tidak di situ. Karena menurutnya rumah itu adalah rumah rusak yang tidak pantas dihuni. Tapi Suzanne istrinya tidak setuju pindah rumah. Karena itu berarti harus menyesuaikan lingkungan lagi. Karena anak-anak juga sudah mulai betah berada di situ. Seperti Lindsey yang menemukan ada cowok ganteng di daerah itu yang berprofesi sebagai pekerja bangunan yang khusus menangani bagian pembusukan kayu. Trus Kevin yang menjadi lebih kuat karena dilatih oleh Chuck yang ternyata juga pemain basket handal. Asmanya juga bisa diatasi oleh Chuck dengan latihan pernafasan.

Ketika mendapati Suzanne sedang diajari senam ibu-ibu hamil bersama keluarga-keluarga lain dengan bimbingan Chuck, Nick pun marah besar. Karena Nick melihat Chuck menyentuh-nyentuh tubuh Suzanne istrinya dengan lancang. Padahal Chuck tidak bermaksud seperti itu. Kemarahannya pun menggunung ketika Chuck bilang kepada Nick kalau pondasi rumah itu pun harus diganti. Akhirnya Chuck jadi bulan-bulanan Nick. Sambil membawa kayu Mahoni yang kuat dan mahal, Nick mengejar Chuck dan bermaksud menghajarnya. Tapi, apalah daya, ternyata Chuck juga jago Capoera. Nick pun kewalahan dibuatnya. Karena supadupa marah, Nick pun memecat Chuck.

Akhirnya Nick memutuskan membenahi rumahnya sendiri. Dia mendapati rumahnya bocor, dan dia menambalnya sendiri. Sang istri yang juga marah karena Nick telah memecat Chuck, akhirnya pindah ke rumah kecil beberapa langkah dari rumah itu bersama anak-anaknya. Chuck memang kedengarannya sangat mencampuri keluarga Nick. Jadi wajar kalau Nick, sebagai kepala keluarga sudah dilancangi oleh orang lain. Apalagi ketika istri dan anak-anaknya lebih menyenangi Chuck dari pada ayah tirinya sendiri. Akhirnya Nick pun sendirian di rumah gedhe yang masih setengah jadi itu. Dan membereskan sendiri segala kerusakan sedikit-demi sedikit.

Suatu hari tetangga Nick menanyai kabar rumah Nick dan terheran-heran kok tidak ada Chuck di sana. Akhirnya tetangganya itu bercerita tentang Chuck yang terpukul dan berubah aneh sepeninggal istrinya yang penyanyi country beberapa tahun yang lalu. Kebetulan istri Chuck meninggalkannya di bulan ini. Jadi bulan ini adalah bulan-bulan yang berat bagi Chuck karena harus mengenang kematian istri tersayangnya. Itulah mungkin alasannya kenapa Chuck menekuni semua bidang. Termasuk Bidan paruh waktu dan telah mendapat sertifikat resmi. Hal itu semata-mata untuk melupakan kenangan pahit karena ditinggal istri tersayangnya. Bahkan Chuck pun tidak tinggal di rumah gedhenya. Dia memilih tinggal di mobil-rumahnya yang diparkir
di depan rumahnya dan menjalani kehidupannya dengan sebahagia dan sesibuk mungkin agar tak larut dalam kesedihan.

(pas shooting… kiri sendiri: Ice Cube, Kanan sendiri: Nia Long)

Mendengar cerita dari tetangganya itu, Nick pun pergi ke rumah Chuck dan minta maaf. Karena dialah sesungguhnya yang merusak keluarganya sendiri karena obsesinya yang berlebihan terhadap rumah itu, bukan Chuck. Dan akhirnya suasana pun mencair. Mungkin saat Nick menemui Chuck di mobil-rumahnya itu adalah adegan yang paling menyentuh dan mengharukan dalam film itu. Dan keadaan pun mulai berubah. Satu persatu bagian rumah mulai terbenahi. Dan rencana untuk menjual rumah itu dibatalkan Nick karena memang itulah rumah keluarganya.

Nick pun meminta maaf kepada istrinya yang waktu itu sudah hamil besar. Dan ketika meminta maaf itu, Suzanne sudah tidak bisa menahan lagi. Kayaknya mulai keluar deh… bayinya!!!

Dan seluruh keluarga pun panik. Mau ke rumah sakit? Perlu setengah jam menuju ke sana, tidak selama itu!! Akhirnya mereka menuju rumah gedhe itu lagi. Waow!! Lantainya bagus banget setelah dibenahi. Dan Suzanne merasa nyaman di rumah gedhe “baru” nya. Tapi kepanikan sangat tidak bisa dihindari. Cita-cita Suzanne untuk melakukan Home birth pun tercapai sudah. Tapi hal itu tidak mudah bagi Nick. Dia harus pingsan ketika melihat bayinya sudah nongol. Dengan bantuan Chuck melalui telefon, keluarga itu dibuat panik karena harus menyiapkan ini-itu sebelum si baby keluar ke dunia. Si Lindsey juga nampak sibuk meneteskan saos pedas ke lidah Nick yang pingsan gara-gara melihat kepala bayi yang sudah nongol, kejadian yang sama ketika melihat kelahiran anjingnya Coco.

Chuck yang akhirnya harus berjalan kaki menuju rumah Nick untuk menolong proses kelahiran istrinya karena mobilnya tiba-tiba rusak, disibukkan dengan terus ngomong melalui telefon yang diselipkan di telinganya sembari jalan cepat. Ketika Nick mulai sadar dari pingsannya, Chuck terus memandu Nick dan Lindsey untuk berbuat sesuatu untuk proses kelahiran. Menyiapkan sebaskom air panas, termometer, sarung tangan, handuk, tali sepatu dan saos pedas. Iyyak, saos pedas untuk membangunkan Nick yang pingsan gara-gara melihat kepala bayi… setelah Nick sadar, Nick pun disuruh memegang kepala bayi dengan sangat lembut, mengikat tali pusarnya dengan tali sepatu. Mendengar hal itu Nick kebingungan dan mau bertanya sekali lagi, dan telefon pun terputus!

Beruntung Chuck ternyata sudah berada di depan pintu rumah Nick. Mereka jelas terheran-heran melihat kedatanagn Chuck yang ngos-ngosan dengan celana pendek dan jaket. Lalu Chuck lah yang mengambil alih menolong. Dan telepon pun berdering. Kali ini yang menelepon adalah Magic (Earvin Johnson). Ternyata Chuck telah memberitahu Magic untuk menelepon Nick karena memang membutuhkan wawancara dengannya… Waaah hal itu ternyata hal yang sangat menggembirakan Nick.

Dan kelahiran anak kembar pun telah usai dengan selamat……

Kebahagian keluarga Ncik pun sudah komplit. Rumah baru, punya 2 anak kembar dari istri yang dicintainya dan Majalah baru. Nick tidak lagi menerbitkan Majalah Sport, tapi majalah yang dekat di hatinya, bernama “Are We Done Yet?” (apakah kita sudah menyelesaikannya?)…. Terinspirasi dari membangun rumahnya yang baru itu. Nick pun berpesan, kadang hidup memberimu perubahan dan kau menyesuaikan diri karenanya….

Panjang lebar sudah kuceritakan sinopsis film ini. Terserah, tapi menurutku, film ini layak ditonton siapa saja. Tidak ada adegan jorok atau kekerasan. Semua aman-aman saja ditonton. Apalagi bareng keluarga… Waah… menjadi hiburan sekaligus edukasi yang berharga untuk keluarga anda… yang dikemas dengan sangat lucu dan sangat menghibur.

related link:

http://en.wikipedia.org/wiki/Are_We_Done_Yet%3F

3 Comments

Komen dong!