TIPS NONTON KONSER

Wah, sebenarnya bukan tips sih. Tapi lebih kepada cara aman untuk nonton konser. Secara aku baru sekali nonton konser secara legal. Sebelum-sebelumnya ilegal alias tanpa karcis. Eit, jangan dikira tanpa karcis nggak bener, tapi tetep diperiksa lo mengenai bawa senjata tajam atau tidak. Setelah lolos pemeriksaan, baru deh boleh liat konsernya. Walau sudah telat 10 lagu. Hahaha… sebelumnya sih nontonnya naik di atas mobilnya orang. Hahaha.. anarkis ya?!!!
Nah, sekali nonton konser secara legal itu sekaligus sekali itu aku mengalami pengalaman yang sangat berharga. Begitu berharganya karena aku musti nabung tiap bulan rata-rata 100 rebu buat nyaur utang hapenya mbakku yang tak hilangkan. Betul banget, aku memang menghilangkan hapenya mbakku Motorola C 261 yang waktu itu harganya 800 rebu. Alhasil ketika benar-benar dipastikan ilang, akupun setres gak karuan. Tapi aku mencoba mengambil hikmah dari setiap apa yang telah terjadi padaku.
“tiiit..tiit…tiit…,” suara ringtone Kucing Garong terdengar dari hapeku 3315.
“eh, ada SMS ternyata,” aku buka sms itu dan isinya ajakan temenku buat nonton konser Nidji di Kediri. Waah… nonton konser?? Oke banget tuh!! Saat buka sms itu aku sedang berada di Temprina Jawa Pos buat nyetak Tabloidku. Langsung kubalas setuju. Dan bayanganku sih ditraktir, tapi ternyata suruh beli tiket sendiri.. (gimana sih, wong ngajak kok suruh bayar sendiri?? Hehehe… ;) ). Tapi gak papa kok. Lagian aku sudah bisa cari duit sendiri waktu itu. Dan nonton konser bareng temen SMA pasti beda dengan nonton sendirian.
Beberapa hari berikutnya, aku pun naik bis ke Pace ke rumah temanku itu. Sampai sana, kami langsung berangkat ke Kediri naik motor. Jadwal konsernya jam 7 malem. Kami berangkat jam setengah tujuh. Tapi tetep, namanya di Indonesia, pasti molor. Dan ternyata iya. Sampai sana, ternyata konser Nidji belum dimulai. Setelah memarkir sepeda motor, kami menuju lapangan tempat konser Nidji berlangsung. Lapangannya lumayan luas. Dan ketika kami datang, di lapangan masih banyak tempat yang kosong. Kami pun langsung maju ke depan sedepan-depannya. Maksudnya sih supaya bisa melihat artisnya secara jelas. Dan kebetulan aku memang sedang bawa hapenya mbakku yang ada kameranya. Sengaja pinjem, soalnya pengen mengabadikan setiap momen konser.Kami duduk di atas rumput hijau yang lumayan basah karena memang barusan hujan. Tapi di lapangan itu hujan tidak turun padahal selama perjalanan ke Kediri tadi hujan. (kok ribet ya bahasanya!! ;p ). Pokoknya kayaknya dipawang deh. Demi kelancaran konser. Waaah… di lapangan anaknya gaul-gaul. Bajunya itu tuh, yang aneh-aneh. Warna-warni kayak permen. Warnanya norak-norak, menyala-nyala. Tapi tetep keren soalnya memang bajunya keliatan mahal-mahal. Baju distro geto deh. Tak sedikit juga yang makek celana mlorot yang dalemannya katok kolor bermotif warna-warni. Apalagi rambutnya yang panjangnya nggak konsisten. Di sini panjang banget, di sana pendek banget, di situ sedang-sedang saja. Pokoknya aneh lah.. iya kalau wajahnya keren, kulit putih sih nggak masalah, tapi kalau wajahnya wajah ndeso kulitnya item mbulak?? Waaah… jadi kayak personelnya kangen band deh…(huwahahaha… :lol: )Dan Band pembuka pun berlaga di atas panggung. Waah… kurang bagus menurutku. Masih belum punya karakter kuat. Aku pun hanya cuek-cuek aja. Nggak merinding sama sekali melihat penampilan band pembuka. Dan ketika Nidji datang, semua penonton yang mulanya duduk, langsung berdiri dengan semangat dan wajah sumringah. Dan saling dorong pun tak terelakkan. Lagu didendangkan (emangnya dangdut didendangkan??) dengan rancak dan up beat. Dan lonjak-lonjak pun tak juga dapat terelakkan. “Heaven is too far… away… ” semua meloncat-loncat mengikuti beat, tak terkecuali temenku yang pendiam sekalipun…

Lagu pertama usai, dan Giring pun menyapa penonton. Baru beberapa kata keluar dari mulut Giring, dan semua langsung heboh meneriakkan ‘hape-hape!!’ dan semua penonton pun juga ikut-ikutan heboh. Semuanya mengecek hape masing-masing. Tak terkecuali aku. Lalu aku pun terkejut. Dan inilah terkejut terdahsyat sepanjang hidupku!!!……..”HAPEKU ILANG!!!!”

Lansung deh, aku lemes…. Tubuhku gak bertenaga lagi. Meskipun di tengah konser berlangsung. Dan aku pun sempet bergabung dengan anak-anak yang juga kehilangan hape. Mereka pada marah dan bingung. Termasuk aku. Tapi mereka mencoba menyikapi dengan tenang. Termasuk aku. Dan mereka mencoba menikmati setiap lagu Nidji. Termasuk aku. Temanku nggak percaya kalau hapeku ilang. “Palingo ceblok, digoleki disik”, dan kami berdua pun duduk di antara orang-orang yang berdiri dan saling berdesakan. Aku tak menghiraukan kalau-kalau nanti aku terdesak dan terinjak-injak. Yang penting hapenya ketemu. Dan pencarianku pun tak membuahkan hasil. Ya…udah…. Yang berlalu biarlah berlalu………. Yang penting the show must go on…. Khan tinggal diganti… beres khan?!!

Tapi, rasa menyesal tetep ada. Kenapa aku tadi minjem hapenya mbakku?? Kenapa aku tadi pakek celana kombor?? Kenapa aku nggak hati-hati?? Dan kenapa-kenapa yang lain.. yang intinya menyesali keadaan. Tapi, setelah aku merenung, aku pun menjadikan itu sebagai pelajaran untuk ke depannya. Supaya aku lebih berhati-hati dan tetep waspada. WASPADALAH!!! WASPADALAH!!!

Konser selesai, aku dan temanku pun berniat untuk menelfon ke nomor hapeku. Soalnya dari tadi di sms, sms-nya masuk, tapi tidak dibalas. Makanya, kami mencoba menelfon. Kali aja yang nemuin hape adalah orang baik. Khan kasihan dia juga, kalau dia kebingungan nyari yang punya hape. Tapi… jaman sekarang gitu loh… mana ada orang ‘baik-baik’ seperti itu. Kalau kebetulan nemu, ya ambil aja. Salah sendiri, hape jatuh kok dibiarin. Tapi, nggak ada salahnya mencoba menelefon…

Dan ternyata sim cardnya memang belum dibuang, buktinya, masih nyambung, “Maaf, ini yang punya hape, masnya posisinya di mana ya??”. Temanku menelefon, soalnya aku lagi nggak enak moodnya.
“Oh, saya mau pulang”. Jawab si maling singkat.
‘tuuuuu…ttt…..’ suara hape dimatikan.
Kami telefon lagi, dan lagi, dan lagi, tetep nggak diangkat. Ya… udah…. Diikhlasin aja…. Yang jelas dia tetep bersalah mengambil barang milik orang. Dari pada aku ngedongkol terus tanpa hasil, mending diikhlasin. Maka setelah itu, setiap bulan aku menyisihkan gajiku 75-150 ribu buat mencicil hape.

Aku sempat menduga kalau orang berwajah ndeso, katrok, kulit mbulak, yang berada di belakangku ketika konser berlangsung tadi adalah pencurinya. Soalnya dia mukenye bersalah banget. Nggak tenang. Muke-muke jahat. Ketika kulihat celana jinsnya yang ngeplak seperti bentuk hape, aku langsung menduga kuat dialah pelakunya. Eee… tapi dugaanku meleset, ternyata setelah dikeluarin apa yang ada di saku celananya, isinya rokok. Waduh… sorri…maklum bawaannya parno.

Sebelum hapeku ilang, aku memang sempet melihat pemuda misterius yang pake jamper. Dia sengaja menutup kepalanya pake tudung jamper. Dan tangannya ke mana-mana. Dia tidak berdiri, tapi cenderung setinggi setengah badan. Di membungkuk. Dengan tangan diangkat ke depan, trus ke samping kiri trus kanan. Begitu seterusnya sampai lagu selesai. Aku memang sempet merasakan kepegang olehnya. Tapi nggak seperti dirogoh sakuku. Mungkin dia memang memanfaatkan momen saat semua pada meloncat-loncat tadi di awal lagu. Lalu ketika semua hape sudah jatuh ke tanah, dia menyapu tanah dengan tangannya yang kemana-mana itu. Soalnya khan gelap, jadi dia ngawur nyarinya. Dan mungkin kebetulan hapeku yang jatuh ke tanah setelah meloncat-loncat, nyantol ke tangannya. Lalu setel
ah semua hape jatuh sudah di tangannya, dia pun kabur jauh-jauh entah ke mana. Aku masih ingat dia pake jamper murahan warna abu-abu.

Dan mungkin saatnya mulai disimpulkan, soalnya otakku sudah lelah untuk menceritakan lagi… hehehe… bahwa Tips-tips menonton konser adalah…

Jangan memakai celana kombor yang memungkinkan benda-benda kesayangan anda mudah jatuh karena tergoncang
Kalau celanamu memang kombor semua atau celana ketatmu masih belum kering, maka selalu dicek setiap saat isi saku celana. Kalau perlu satu tangan masuk saku celana, tangan satunya dibuat njoget. Khan keren tuh, kayak ngerap.
Tips ketiga apa ya… bawa tas! kalao perlu gembok slerekannya. Kalau terlalu repot, tas taruh depan seperti megang drumband.
Nggak usah bawa apa-apa. Bawa tubuh sama pakean saja. Nonton jadi nggak ada beban, soalnya nggak ada yang dikhawatirkan.
Sholat dulu sebelum konser. Selalu berdoa sepanjang konser. Moco-moco opo kek, sholawat, Al-fatihah dll.
Nonton konser indoor saja. Lebih aman soalnya bisa duduk di kursi.
Yang terakhir, kalau 6 langkah di atas tidak manjur dan tetep ilang. Nggak usah nonton konser!! Buang-buang duit, Mending liat konser di tipi di rumah, gratisan. Enak, bisa sambil tiduran, makan, dll.

Semoga bermanfaat… huahahaha… :D

11 Comments

Komen dong!