Hari-hari yang All Is Full Of Love

Duabelas Oktober Duaribu Tujuh, di dalam kamar di depan sebuah laptop pinjaman, di sebuah kota kecil nan tua Nganjuk. ada sedikit kata-kata yang sangat tidak sabar untuk aku tuliskan semenjak berangkat sampai pulang Jum’atan tadi..simak yang berikut…
Kumelangkah santai dengan diiringi lagu-lagu yang keluar dari mulutku sendiri menuju Masjid Agung Baitussalam. langkah demi langkah berlalu. tanpa meninggakan jejak sedikitpun, yaiyyalah hare gene geto, masa masih pake tanah terus, khan udah jamannya aspal dan paving..suara mobil kudengar dan seketika itu pula keputar kepala ini mengikuti arah mobil itu berada. suaranya tidak begitu bagus, fals lagi. lalu, pandanganku turun ke bawah sedikit demi sedikit. dan kumelihat asap dari knalpot yang mengepul mengenai siapapun yang berada di belakangnya. dalam hati berkata, ah, nggak papa, cuma satu mobil kok, nggak ngepek. Tapi kok udaranya panas banget ya?? berarti ngepek dong??ngefek maksudnya?? dan ketika kulihat jauh lagi ke depan… MASYA ALLOH.. (tumben nyebut!) banyak banget berjejer mobil-mobil sampai hampir memenuhi jalan. kepalaku pun menggeleng-geleng, mataku pun ngeriyip, persis kayak orang dugem. kalau satu mobil saja sudah mengganggu banget asapnya, apalagi sebanyak ini??? pantas dari tadi aku kepanasan.
lalu aku sadar, ooo… mungkin karena hari ini dalah hari terakhir puasa, bakhan untuk Muhammadiyah, sudah Bodho lo.. maka tak ayal, banyak sanak family yang datang dari luar kota ke ancient city Nganjuk tercinta. langkahku pun terus berjalan. sampai aku terpana melihat sesuatu yag luar biasa banyaknya. “MOBIL!” yup, banyak sekali mobil-mobil diparkir di depan Masjid Agung Baitussalam. saking banyaknya, aku pun sampai kesulitan melihat alun-alun yang kebetulan juga tepat berada di depan Masjid. kira-kira jumlahnya ratusan deh, Lebih!! <— kayak iklan ajja. waaah… berarti penduduknya banyak dong di Masjid?? semoga aja. tapi ngomong-omong, mereka emangnya datang dari luar kota ya?? kok bawa mobil segala?? emangnya rumahnya jauh ya?? kenapa nggak Jum’atan di daerahnya sendiri yang lebih dekat?? kenapa nggak jalan kaki saja kayak aku??? memangnya kalau puasa musti naik mobil?? memangnya kalau puasa nggak kuat jalan kaki?? dan beribu pertanyaan lagi yang nggak bisa ditulis satu-satu. Aduh, aku pasti akan dilihatin banyak orang nih. sik, tak macak ngganteng disik. aku berkaca di kaca mobil,”mm… lumayan lah, not bad! but too bad! hehehe…” kemudian aku pun membelok memasuki masjid dan… Nguzubile!!! banyak banget orangnya???? sampai tumpah-tumpah begitu??? aku pun berdugem ia lagi… niat untuk bisa duduk minimal bisa mendengar kotbah pun tak terlaksana. tak terlaksana karena aku males ndesek-ndesek para peserta jum’atan (hihihi… kok peserta?? jamaah maksudnya). akhirnya alias fainelli, aku pun duduk bersama peserta lain yang mungkin nggak tahu adatnya sholat Jum’at, yaitu diam dan mendengarkan kotbah. atau mereka mungkin sudah tahu, tapi biasalah manusia…lupa. atau mereka tidak lupa, tapi biasalah sifat manusia yang lain.. membangkang! akibatnya, aku pun nggak tahu satu kata pun yang diucapkan kotbaher (eit, opo kuwi?? kotbah reader?? Khotib ndoop!!!) ya.. akhirnya aku pun memandangi alun-alun saja.. lalu aku berfikir, seandainya saja orang-orang asli Nganjuk yang punya mobil-mobil mewah di depan itu bekerjanya di Nganjuk.. pasti Nganjuk akan lebih terkenal dari pada sekarang. Asal lo tahu ya, aset terbesar Nganjuk itu brambang dan wisatanya. Wisatanya tahu nggak apa? SEDUDO!!! asal lo tahu lagi ya.. SEDUDO itu air terjun tertinggi se-JATIM!! tapi sayang, kurang dipromosikan. jadi yang tahu ya..orang-orang Nganjuk sendiri. atau jangan-jangan yang tahu aku sendiri ya?? hi… sombong… istighfar aah… naah, sayangnya, sedudo sampai tahun 2008 nanti akan sepi karena ditutup oleh pemkot karena habis longsor bulan-bulan kemarin. jadi kayaknya hari raya ini Nganjuk tidak bisa memanjakan para pelancongnya dari luar kota untuk menikmati wisata air terjun Sedudo. yang ada hanya hawa panas yang dibawa oleh polusi udara dari knalpot-knalpot motor dan mobil-mobil itu tuh.. eh, asal lo tahu ya… aku kemarin iseng ngontel menuju A. Yani (perkotaannya Nganjuk). dan astaga!! banyak banget sepeda motornya!!! sampai-sampai separo jalan dipenuhi jejeran sepeda motor. ada sedikit perasaan minder menghinggap di otakku. kok kamu masih ngontel ndop?? kapan punya motor?? punya motor?? lulus aja belum kok.. yaudah kapan lulusnya?? ntar aja deh… selalu begitu!! tapi di sisi lain aku bangga banget dan bersyukur banget (tumben syukur!) karena paling tidak kalau ada generasi-generasi penerusku, Bumi ini akan sejuk dan nggak ada polusi. dan aku pun tiba-tiba bahagia banget ketika kulihat di sampingku, ada berjejer beberapa sepeda mini yang ada keranjangnya melintas santai di A. Yani. mereka penampilannya gaul-gaul banget, bersih-bersih, lemu-lemu, pada senyum semua, wajahnya sumringah… alhamdulillahhh.. apa yang baru saja kupikirkan ternyata langsung terkabul. niat mau beli pulsa pun kuurungkan karena aku males ndesek-ndesek dan malu kalau musti markir sepeda ontel di antara motor-motor modif sangar itu. akhirnya aku pun ke tempat yang agak2 sepi dan beli pulsa yang kartu, walau lebih mahal, tapi nggak papa, banyak sms yang musti dibalas immediately soalnya.. ada yang aneh ketika aku pulang jum’atan tadi. ketika dalam perjalanan, aku dilewati pengendara sepeda motor yang ternyata adalah tetanggaku sendiri. anehnya adalah dia melihatku tidak seperti biasanya. Ia melihatku seolah-olah aku ini bukan tetangganya sendiri melainkan…anaknya! iya, anaknya. aku jadi trenyuh melihat raut muka seorang ayah yang sudah lebih dari setahun tidak ketemu anaknya. paling-paling hanya suara yang terdengar di ujung telepon genggam. dia paling banter ketemu anaknya setahun sekali. sangat kasihan memang. tapi mungkin itulah hidup. kadang-kadang memang perlu ada yang dikorbankan. kangen misalnya. secara… aku memang mempunyai perawakan yang hampir sama dengan anaknya yang selisih setahun lebih muda dariku. melihat mata seorang ayah itu, aku jadi kangen dengan kasih sayang seorang ayah yang telah meninggalkanku sejak aku kelas dua SMP dulu. dan kangen itu memang baru terasa baru-baru ini. seorang ayah yang sangat menyayangiku dibanding dengan anak-anaknya yang lain. dulu ketika beliau tiada, aku belum merasakan apa-apa. aku masih blank. masih belum peka terhadap yang namanya kasih sayang. belum peka terhadap yang namanya pengorbanan. memang keluargaku tidak mempunyai karakter semisal pelukan, tangis-tangisan ketika sungkem, atau semisal makan bareng semeja. semua dijalankan senatural mungkin tanpa didramatisir kayak di sinetron-sinetron. namun saat-saat seperti ini, nggak usah didramatisir pun, aku bisa meneteskan air mata mengingat beliau. karena beliau, yang mewajibkan anaknya belajar ngaji ketika kecil, menyekolahkan di sekolah agama, menjadikan aku at least punya landasan kuat di bidang agama. banyak orang-orang yang baru belajar ngaji di umur yang sudah tua. dan mereka jelas beda dengan yang sudah belajar ketika masih kecil. baik cara mengucapkannya, kelancarannya, tajwidnya, dsb. maka, aku jelas sangat beruntung punya ayah seperti ayahku. yang dengan otoriteritasnya, semua sangat bermanfaat. memang menurutku, untuk masalah agama, perlu adanya sedikit paksaan untuk belajar. dari pada terlambat dan menyesal!

Eh.. tadi ada reuni SMA dulu. acaranya buka bareng di rumahnya Endah. seru banget!! semua banyak yang sudah sukses. ada juga yang masih kuliah. tapi yang jelas semua semangat di ruangan berukuran 4×4 meter tersebut. Wao.. sudah setahun tidak berkumpul lagi. tahun lalu 2006, ngumpul di rumah Nana. tahun 2005, di rumah Yeti. tahun 2004 di rumah Endah lagi. tahun 2003 juga di rumah Endah (urunan 3000 sudah dapat segalanya! maklum masih kuliah semua). alhamdulillah acara simpel itu selalu terselenggara tiap tahun. awalnya aku agak2 nggak yakin tahun ini ada. eee… tiba-tiba pukul 5.54 pagi tadi si Endah sms ada bubar
alias buka bareng. waah.. jelas hati ini sangat senang. tapi terbersit juga rasa malu. malu karena belum lulus sendiri… hihihi… acaranya benar-benar simpel. pembukaan, sidikit kata dari si empunya rumah, kemudian minum. trus isoma. trus ngobrol dan ngobrol terus mengalir bagai air. sangat menyenangkan dan seems like I’ve got a lot of energy to life a hundred years later… memang sangat saya percayai kalau cara satu-satunya mempunyai umur panjang adalah silaturohim!ada yang lucu ketika reuni tadi.. si Bocil alias Bowo Cilik datang tergesa-gesa dari Kediri dengan mengenakan sandal sisihan alias nggak sama. yang satu sandal jepit satunya sandal selop..kok bisa ya?? katanya ketika aku jumpa pers dengannya, tadi saking tergesa-gesanya, jadi nggak kepikiran ngelihat ke bawah terhadap apa yang ia pakai. dasar konyol! mana pakek nggak ingat lagi sama nama teman2. masak nama wakil ketua kelas aja lupa. maklum dia baru ikutan reuni sekali ini. so, sudah lima tahun lebih tidak ketemu. acara dilanjutkan makan-makan. WAOW.. hidangannya enak-enak banget. ayam bakar, sate kambing, lalapan, es garbis. mmm…. yammi… kemudian photo-poto. chheeeessee….. (jangan keju, nanti mecucu lak an!!)oke deh.. guys, sukses berat buat lo lo pade. gue doain semoga lo lo semua tidak lupa dengan kota yang membesarkan kalian dulu. So, musti pulang kampung dong tiap tahun. biar kalian bisa ketemu-ketemu lagi kayak tadi. khan sangat bermanfaat tuh. banget. kalau perlu ambil cuti biar bisa pulang. kalau perlu pecat aja bos lo yang nggak ngehargain artinya silaturohim itu tuh. atau cari kerjaan lain aja yang bosnya memberi libur lama ketika lebaran. atau u aja yang jadi bosnya?? bisa khan?? bisa dong.. kalau perlu buat deh libur sebulan penuh setengah bulan libur puasa, setengah bulan libur lebaran. khan keren tuh!! masak kerja kok kayak dijajah aja. jangan mau!! cari yang bisa untuk hidup. bukan yang hidup untuk kerja. Okey!!?? Sabtu, jam 3.35 pagi. hari sudah hampir subuh, nanti yang jelas sholat Id. dan yang jelas aku mau tidur dulu. tapi sebelum tidur takbiran dulu: Allohuakbar..Alloohuakbar..Allohuakbar.. laailaahaillalloh walloohuakbar.. Alloohuakbar walillaahilham… tak terasa romadlon quite cepat berlalu. serasa belum puas meneguk rohmat romadlon. seandainya saja masa aktifnya bisa diperpanjang.. (hii.. emang pulsa??) akan kubeli voucher panjang umur. hihihi… sumpah, sangat tidak terasa. mungkin karena memang aku tidak menikmati detik-demi detik romadlon. aku hanya sibuk dengan kegiatan tidurku. sehingga ketika aku harus meraihnya tahun depan, aku pun hanya bisa menyesali. yup, hanya itu yang bisa aku lakukan..menyesal. kenapa tidak kuperbanyak amalku di bulan suci kemarin? aa..hh semoga saja aku bisa menikmati romadlon tahun depan dengan lebih baik dari ini.. Amiinn… ayo semua dong.. AAAAMIIIIINN….nah begitu.. baru bagus! sms demi sms kuterima. isinya macem-macem. nih, simak yang berikut:1. talompek kecek tagigik lidah, tasingguang hati kok taraso, mambuek awak basalah, maafkan jo hati nan lapang muko nan janiah. Slamek hari rayo mohon maaf lahir & bathin 2. hidup itu cuma bentar. bentar happy, bentar sedih, bentar k’tawa, bentar b’duit, bentar bokek ech bentar lagi dah idul fitri maafin xxx jg ya lhr & btn. 3. buah srikoyo teko alas, enek kepiting dikiro kuro-kuro, bah riyoyo tanggal rolas opo telulas, sing penting aku njaluk sepuro. Minal Aidin Wal Faidzin yang lain ES TE DE alias Standar, terlalu berbunga-bunga… tapi tentu saja bukan bunga bangkai, hihihi… Eh. iiyya… Ndop dipersembahkan oleh NdoProdaksyen disponsori oleh Ndophotoshop mengucapkan….”Selamat Idul Fitri 1428 H” [bukan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H” karena Idul itu artinya sudah ada hari raya-nya]mohon maaf lahir dan bathin ya… aduuh.. banyak dosa banget sama kamu-kamu dan semuanya deh yang ada di langit dan di bumi!!! oiya makasih udah ngebaca semua blogku dari awal sampai akhir. tulisanku semua semata-mata hanya untuk menghibur semata. kalau ada salah-salah kata mohon dimaafkan. kalau ada benar-benar kata mohon jangan dimaafkan.. hehehe…

2 Comments

Komen dong!