Ekslusif: Wawancara dengan Ndop

Identitas reporter:
nama: Muhammad Ali Mudzofar
Alamat: Nganjuk
TTL: Kebetulan sama dengan ndopar

Identitas Narasumber:
Nama: mohamat Ali Mundopar
Alamat: Nganyuk
TTl: Kebetulan juga sama dengan dzofar

Dzofar: Halo ndop, apa kabar??
ndop: ooh.. seperti biasa, jelek.
Dzofar: lho, kok jelek??
ndop: hahaha.. biar nggak seperti biasanya orang menjawab. khan biasanya orang menjawab kabarnya baik. Nah, kalau aku, karena suka beda, ya tak jawab beda toh.
Dzofar: tapi bedanya kenapa anda menjawab jelek. bukannya bagus, atau menggunakan bahasa inggris good mungkin??
ndop: yaah.. aku cuma mau bilang jujur aja. dari pada aku bilang baik, tapi nyatanya buruk. khan gak singkron. ntar kalau diajak main misalnya, trus kita menolak, khan aneh. padahal sudah bilang kabarnya baik. pastinya mau dong kalau diajak main. kalau menggunakan bahasa inggris?? mm.. aku sebenarnya bisa tapi sungkan mengatakannya. soalnya pronaunsku beda dengan orang2 Indonesia kebanyakan. sorri ya.. orang Indonesia kebanyakan, ngucapin “The” aja nggak bisa. ada yang bilang “nde”, “ndhe” dan lain-lain. padahal ngucapin “the” itu sama seperti huruf dzal pada huruf arab. yaitu lidah di antara dua gigi, trus ditiup udara dari dalam mulut disertai suara. nah, seperti itu baru benar. tapi guru Bahasa Inggris mana coba yang mengajarkan muridnya membaca seperti itu?? padahal itu yang benar. entah orang amerika kek, Inggris kek, Australi kek, Jepang, semua sama. hanya orang Indonesia yang aneh sendiri bahasa Inggrisnya. Mungkin mulut orang Indonesia masih terlalu gengsi untuk menggunakannya secara maksimal. lihat orang-orang bule di film2 kalau ngomong, nggak mungkin kita lihat orang bule ngomong “Should” tapi mulutnya cuma seperti kita ngucapun “u”. udah deh, aku malu ngomong Inggris di sini.
dzofar: waduh, waduh mas ndopar iki kok menjelaskannya lebar banget to mas.. aku jadi diam seribu bahasa nih.. ngomong-ngomong mas ndopar belajar pronauns di mana ya??
ndop: apa aja aku kalau belajar itu otodidak. menurutku otodidak lebih ikhlas, lebih konsentrasi, lebih cepat ngertinya. Baru kalau aku ada pertanyaan baru bertanya ke orang lain yang ahli. bukan sembarang orang. nah, belajar pronouns itu dari bukunya bapakku. dulu khan ada siaran Radio Australi tuh. lha bapakku selalu mengikuti setiap hari. sampai2 dia pesen bukunya dikirim langsung ke Indonesia. ada 6 buku kira-kira. menurutku dari buku bhs inggris yang pernah aku baca, hanya bukunya bapakku yang mengajarkan bagaimana posisi mulut kita ketika mengucapkan suatu kata dalam bahasa Inggris. buku lain khan nggak toh?? soalnya yang buat pun juga gak bisa ngucapin dengan benar.
dzofar: emang penting ya mas, pronouns itu??
ndop: mbahnya penting!! tanpa pronouns yang benar, arti juga berubah. ya rada-rada kayak tulisan arab lah. musti fasih. bahasa inggris juga harus fasih. ngga asal njeplak. udah ah, ngebahas yang lain deh..
dzofar: oke..oke.. gimana kuliahnya?? lancar??
ndop: nah begitu dong pertanyaannya. kalau itu khan aku jawabnya mudah…
dzofar:… trus jawabannya apa mas ndop??
ndop: aku lagi nggak mood aja. belum berminat mengerjakannya.
dzofar: loh, apa mas ndopar nggak kasihan sama ortunya yang sudah membiayai mahal-mahal??
ndop: kasihan sih, tapi lebih kasihan kalau aku jadi gila. masa ada sih ibu yang mau anaknya gila. punya anak stress aja malunya gak karuan, apalagi gila!
dzofar: rencana kapan ke surabaya??
ndop: kapan-kapan lah.. gampang mah itu..
dzofar: kok, mas ndopar kayaknya nggak semangat ya kalau ditanya mengenai kuliah?? nggak seperti pas ditanya mengenai bahasa Inggris tadi.
ndop: ndak tahu ya, kayaknya aku sudah diberi terlalu banyak oleh yang Kuasa. diberi teman-teman yang care, kayak kamu, terus diberi rasa suka akan kesederhanaan, tidak gengsi, suka lingkungan, dll. makanya aku pikir-pikir, buat apa hidup untuk cari uang saja. cari uang itu untuk hidup. so, aku sedih melihat laporan dari temanku sma yang sekarang kerja di Jakarta. dia bilang dia nggak ada waktu buat sekedar baca-baca. pulang kerja langsung tidur, itu pun malam hari. paginya, pagi-pagi sekali ia harus ke kantor lagi. sampai magrib. kadang-kadang sholat maghrib pun dia gandeng dengan Isyak. kendaraan untuk pulang terakhir adalah maghrib. Bnayk teman2ku yang kerja di Jakarta. padahal sebenarnya kota mereka sendiri membutuhkan mereka. membutuhkan tenaga ahli yang mumpuni seperti mereka. tapi kenyataannya mereka lebih memilih jakarta dari pada kota kelahirannya sendiri hanya karena gaji yang tinggi. padahal apa sih untungnya gaji, kalau batin ini tidak bahagia?? jauh dari keluarga. dikangeni. dikhawatiri. coba kau mereka kerja di kota kelahirannya sendiri-sendiri, niscaya pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya akan tercapai. eh, itu hakekat pembangunan nasional khan??
dzofar: wah, panjang lebar lagi mas. mm.. aku sudah lupa e mas.. sudah lupa nggak baca UUD. trus rencana mas ndopar ke depan apa nih??
ndop: aku sebenarnya pengen banget jadi penyanyi, pelukis, atau apalah dibidang seni. nah, sekarang ini sebenarnya aku menuju ke arah situ. lagi getol2nya belajar gambar. untuk urusan nyanyi, aku lagi getol2nya donlod video2 konser artis luar negeri. melihat gayanya menyanyi, cara memproduksi suara dengan benar, pengolahan nafas, dll. hanya yang aku butuhkan sekarang adalah the only one thing, That is “support”!!
dzofar: oke deh mas ndopar, makasih atas waktunya ya…??
ndop: emangnya aku memberi waktu padamu?? salah lagi khan, (sambil geleng-geleng) dasar orang Indonesia. apa-apa kok salah melulu. maksudmu tadi khan, terima kasih atas kesediaan mas untuk meluangkan waktu wawancara, khan??
dzofar: eh, iya deng. sorry mas ndop, lha dari dulu hafalannya itu e..
ndop: nih, satu lagi. aku mau mengkritik orang sok tahu yang juga dari Indonesia asalnya. yang mengatakan kalau lagu balonku itu membodohi anak kecil. padahal dirinya sendiri yang nggak tahu liriknya. liriknya menurut dia adalah:… merah, kuning, kelabu, merah muda dan biru.. meletus balon hijau.. DAR!! dst.. tentu saja ada yang aneh, kok tiba-tiba ada balon hijaunya?? padahal lirik yang benar adalah:… HIJAU, kuning kelabu, dst… makanya pas aku baca message dari email yang isinya itu, aku langsung tertawa terbahak-bahak. bukan tertawa karena benar-benar membodohi anak kecil, tapi tertawa karena orang yang ngritik itu nggak pernah sekolah TK kali.. hahaha… khan banyak tuh jaman dulu teman kita SD yang tiba-tiba SD aja, nggak pake TK segala. lha paling yang ngritik adalah salah satu dari mereka. tul nggak?? saranku buat yang ngritik, coba deh sekolah TK dulu sebulan saja. nggak usah keburu menyalahkan.
trus ada lagi nih, katanya lagu naik-naik ke puncak gunung, yang katanya juga membodohi anak kecil. katanya, lagu itu hanya mengajarkan anak kecil kalau ke gunung cuma tengok kiri-kanan melihat pohon cemara doang… setelah membaca kritikan itu aku semakin tertawa saja… bukan tertawa karena kebenarannya, tapi tertawa karena kebodohan si pengritik itu sendiri. Namanya saja lagu untuk balita. balita itu tahu apa sih? kencing aja dia diam saja kok. apalagi kalau dia diperlihatkan mengenai gunung. waah.. malah nggak tahu apa-apa. lha maksudnya si pengritik, lagu itu seharusnya menjelaskan bahwa di gunung itu ada banyak sekali kegiatan. nggak sekedar tengak-tengok pohon cemara. woalah mas-mas, mbak-mbak, namanya aja balita, masak disuruh ngapalin lagu satu halaman folio (kayak karangan anak SD), ya mana apal?? padahal menurutku lagu itu jelas mendidik. soalnya sudah cukup jelas menjelaskan mengenai gunung. gunung itu tinggi, karena tinggi, maka kita harus menaikinya, bukan menuruninya khan? trus kenap tengak tengok? ya jelas to mas, masa lihat ke depan terus, khan pemandangannya ada di sebelah kiri kanan. weeeek…. eh, sudah ya.. besok dilanjutin lagi wawancaranya.. ga papa khan?? soalnya aku mau latihan dulu…
dzofar: oh iya, justru dari tadi aku nungguin masnya berenti
menjelaskan.. tapi ini terakhir mas, ngomong-omong, mau latihan apa mas??
ndop: YOU RAISED ME UUUUPP…. SO I CAN STAND ON MOUNTAIN!!!!!
dzofar: (sambil menutup kuping) suara kayak gini mau jadi penyanyi????

11 Comments

Komen dong!